Orangtua perlu menghilangkan “negeri minded”
untuk keberlangsungan sekolah anak-anaknya. Banyaknya sekolah swasta yang tak
kalah berkualitas dalam memberikan layanan pendidikan seharusnya disadari
orangtua saat anak mereka tidak berhasil meraih tiket di sekolah negeri.
Berbekal tenaga pengajar dengan kompetensi yang mumpuni dan didukung oleh
sarana pendukung yang memadai, tidak sedikit sekolah swasta yang mampu
melampaui sekolah-sekolah negeri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Itulah sebagian pesan yang dapat penulis tangkap saat
membaca Tajuk Rencana dengan judul “PPDB” yang dimuat di Harian Umum
Pikiran Rakyat Edisi 5 Juli 2017. Tulisan tersebut seakan ingin mengingatkan
kita bahwa kesuksesan anak dalam meraih masa depannya bukan semata-mata
ditentukan oleh keberhasilan mereka dalam memperebutkan kursi di sekolah
negeri. Sebaliknya, bimbingan dan semangat dari orangtualah yang sesungguhnya
mampu mengantarkan anak-anak mereka untuk menggapai cita-citanya.
Membludaknya jumlah pendaftar di SMP maupun SMA negeri
memang menjadi pemandangan rutin yang biasa kita jumpai saat Penerimaan Peserta
Didik Baru (PPDB) tiba. Sekolah-sekolah negeri (terutama yang berlabel favorit)
masih menjadi “primadona” para orangtua dalam upaya mendapatkan pendidikan
terbaik bagi anak-anak mereka. Berkualitasnya layanan pendidikan yang diberikan
serta tidak terlalu besarnya biaya yang harus dikeluarkan menjadi alasan utama bagi
(sebagian) orangtua untuk menitipkan anak-anaknya sekalipun harus menempuh
cara-cara yang “kurang lazim”. Adapun sekolah swasta dipandang belum mampu
menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan pendidikan berkualitas sebagaimana
yang diberikan oleh sekolah-sekolah negeri.
Paradigma keliru semacam ini tentu saja berbahaya bagi
masa depan generasi muda kita. Orangtua seakan berpandangan bahwa dunia akan
runtuh apabila anak-anak mereka tidak mampu menginjakkan kakinya di sekolah
yang dituju. Padahal, sekolah hanyalah salah satu sarana untuk meraih
kesuksesan anak di masa depan. Adapun dukungan dan perhatian dari orangtua
merupakan faktor yang jauh lebih menentukan keberhasilan mereka dalam meraih
cita-citanya.
Agar anak mampu tumbuh dan berkembang sesuai dengan
potensinya, sudah saatnya orangtua menghilangkan dikotomi antara sekolah negeri
dengan sekolah swasta. Sebaliknya, berperan aktif dalam membangun lembaga
pendidikan dimana anak mereka menimba ilmu tentunya jauh lebih bijak daripada
berkeluh kesah atas kegagalan anak dalam meraih tiket masuk ke sekolah negeri.
Memberikan masukan dalam penyusunan berbagai program sekolah yang berorientasi
pada peningkatan kompetensi lulusan maupun mutu layanan pendidikan dapat
dilakukan orangtua melalui keanggotaan mereka dalam Komite Sekolah.
Namun demikian, yang jauh lebih penting adalah upaya
sekolah – sekolah swasta yang ada dalam mensejajarkan posisinya dengan
sekolah-sekolah negeri. Melaksanakan program-program yang berorientasi pada
peningkatan kompetensi pendidik serta melengkapi sarana penunjang yang
dibutuhkan merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menarik minat masyarakat
sekaligus mengurangi ketimpangan dengan sekolah negeri. (Dimuat di Koran Pikiran Rakyat, Edisi 10 Juli 2017)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar