Dalam rangka menyukseskan program Penguatan Pendidikan
Karakter (PPK) di tingkat satuan pendidikan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan pelatihan bagi 1500 guru dan kepala
sekolah dasar serta sekolah menengah pertama yang tersebar di 34 provinsi.
Adapun lahirnya pribadi-pribadi yang menjunjung tinggi nilai-nilai religius,
nasionalis, mandiri, gotong royong dan berintegritas merupakan tujuan utama
dari program yang digagas oleh Mendikbud Muhajjir Effendy tersebut. Mendikbud sendiri
menargetkan, di tahun 2020 mendatang seluruh sekolah telah mengimplementasikan
PPK dimana setiap pendidik diharapkan mampu menjadi inspirator bagi peserta
didiknya.
Di tempat berbeda, degradasi moral di kalangan
pendidik justru menjadi salah satu persoalan serius yang dihadapi dunia
pendidikan saat ini. Berbagai tindak kekerasan fisik maupun seksual yang
dilakukan oleh guru kepada peserta didiknya kerap kali muncul ke permukaan dan
mencoreng wajah dunia pendidikan kita. Tak hanya itu, nilai-nilai kejujuran
yang mereka tanamkan kepada anak didiknya seakan tak berbekas manakala
pemerintah memberlakukan persyaratan yang dinilai memberatkan bagi guru untuk
mendapatkan haknya. Sebagian pendidik rela “menggadaikan” iman mereka demi
segepok rupiah ataupun selembar surat pengangkatan sebagai Pegawai Negeri Sipil
(PNS).
Berbagai perilaku tidak pantas yang ditunjukkan oleh
sebagian guru tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi apabila mereka benar-benar
mentadabburi kandungan ayat – ayat suci Al-Qur’an. Dalam hal ini
kebiasaan membaca Al-Qur’an serta berusaha untuk memahami artinya akan
berpengaruh terhadap kepribadian yang dimiliki oleh para pendidik serta pola
pendidikan yang mereka terapkan di sekolah. Al-Qur’an mengajarkan kita untuk
senantiasa mengedepankan nilai-nilai kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap butir nasi yang kita makan haruslah benar – benar diperoleh dengan cara
yang halal. Selain itu berbagai cerita yang dikisahkan dalam Al-Qur’an
sejatinya mengandung pelajaran berharga tentang bagaimana seharusnya kita
mendidik anak.
Menjadi teladan (uswatun hasanah) adalah syarat
mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap pendidik yang menginginkan anak didiknya
tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia. Berusaha untuk menjauhkan diri dari
perbuatan-perbuatan yang kurang bermanfaat, terlebih di hadapan anak didiknya
merupakan ciri bahwa guru tersebut benar-benar memiliki visi untuk melahirkan
generasi unggul berkarakter. Tak hanya itu, dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai
“sahabat”, setiap pendidik akan lebih memahami hakikat pendidikan yang
sebenarnya serta jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuannya.
Oleh karena itu, penulis mengajak kepada setiap
pendidik untuk lebih mendekatkan diri kita dengan Al-Qur’an. Mentadabburi
setiap ayat yang terkandung di dalamnya akan membantu kita dalam menjalankan
tugas yang mulia ini. Dengan demikian, lahirnya generasi yang memiliki daya
saing tinggi dan berakhlak mulia pun dapat benar-benar terwujud. (Dimuat
di Harian Umum Republika Edisi 02 April 2017)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar