Dinamika yang terjadi dalam dunia
pendidikan sejatinya merupakan ujian bagi para guru untuk mengukur sejauh mana
komitmen mereka dalam mendidik calon-calon pemimpin bangsa. Beragam persoalan yang muncul silih berganti pada dasarnya merupakan tantangan yang harus
dihadapi oleh mereka yang dipercaya untuk menunaikan tugas mulia tersebut. Dalam
hal ini kemampuan guru dalam menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang
terjadi akan menentukan nasib bangsa ini di masa yang akan datang. Kebijakan pemerintah
yang sering kali berubah-ubah serta perbedaan karakteristik peserta didik antar
generasi seakan memaksa guru untuk segera bangkit dari “zona nyaman” mereka.
Di
tengah kompleksnya permasalahan yang dihadapi, peningkatan kompetensi guru
secara berkelanjutan menjadi sebuah keniscayaan. Tumbuhnya generasi digital (digital native) sebagai dampak dari
pesatnya perkembangan teknologi informasi hendaknya disikapi guru dengan cara
meningkatkan kompetensinya di bidang IT. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka
menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar mereka. Jika tidak,
guru pun tidak akan mampu “berkomunikasi” dengan peserta didiknya sehingga
lambat laun keberadaan mereka tidak lagi dapat dirasakan manfaatnya di dalam
kelas.
Adapun
Kelompok Kerja Guru (KKG) merupakan sarana strategis yang dapat digunakan oleh
guru untuk mengkaji berbagai permasalahan yang mereka hadapi saat melaksanakan
tugasnya. Beragam pengalaman yang dimiliki oleh para guru saat berinteraksi
dengan peserta didiknya dapat menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota
yang tergabung dalam kelompok kerja tersebut. Berbagai solusi ditawarkan untuk
mengatasi persoalan yang berkaitan dengan proses pembelajaran di dalam kelas. Mulai
dari membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, menghadapi siswa yang
berperilaku kurang baik, sampai dengan menciptakan suasana yang menyenangkan di
dalam kelas dapat dijadikan bahan diskusi yang menarik dalam pertemuan yang
dilaksanakan secara rutin tersebut.
Selain
berfungsi sebagai forum diskusi, KKG yang beranggotakan seluruh guru Sekolah
Dasar (SD) dalam satu gugus tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai “bengkel
kerja” oleh para anggotanya. Menciptakan inovasi baru melalui pembuatan alat peraga
sesuai dengan mata pelajaran maupun tema yang tengah disampaikan merupakan
salah satu contoh dari sekian banyak kegiatan produktif yang dapat dilakukan.
Selain itu pembahasan tentang cara penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai
dengan acuan kurikulum pun dapat dimasukkan sebagai salah satu program kerja
utama.
Agar
kelompok kerja yang dibentuk tersebut dapat benar-benar berjalan sebagaimana
mestinya, dibutuhkan keinginan kuat dari para guru itu sendiri untuk senantiasa
meningkatkan kompetensinya dalam rangka mempersembahkan pembelajaran yang
bekualitas bagi peserta didiknya. KKG hendaknya tidak dimaknai sebatas ajang
silaturahmi antar guru dalam satu gugus demi mencari informasi yang berkaitan
dengan sertifikasi, inpassing maupun kenaikan tingkat sebagaimana yang selama
ini ada. Sebaliknya, melalui KKG diharapkan akan tumbuh budaya mutu di kalangan
guru yang pada akhirnya akan berdampak pada meningkatnya prestasi akademik
serta membaiknya perilaku siswa. (Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat, Edisi 06 Agustus 2016)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar