Kemampuan guru
untuk menuangkan berbagai ide serta pengalamannya dalam bentuk tulisan
sejatinya dapat memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan yang
semakin hari kian dinamis. Banyaknya
persoalan serta beragamnya tantangan yang harus dihadapi oleh guru saat
menjalankan tugasnya, hendaknya menjadi perhatian (para) pengambil kebijakan
untuk bekerja (lebih) profesional dalam mengelola salah satu aset bangsa yang
sangat berharga tersebut. Adapun tulisan yang disusun oleh guru secara
sistematis dan sesuai dengan kaidah yang berlaku merupakan sarana yang tepat
untuk menggambarkan berbagai persoalan yang dimaksud.
Bagi kalangan guru sendiri, menulis
artikel khususnya di media massa nampaknya telah menjadi sebuah kebutuhan.
Selain dijadikan salah satu dasar dalam Penilaian Kinerja Guru (PKG)
berdasarkan Permendiknas Nomor 35 Tahun 2010, eksisnya guru di media massa
menunjukkan bahwa yang bersangkutan benar-benar memahami dunia pendidikan yang
menjadi bidang kerjanya. Selain itu kemampuan guru dalam membuat karya tulis ilmiah pun menjadi
prasyarat untuk kenaikan pangkat dan golongan berdasarkan Permen PAN-RB Nomor 16 Tahun 2009.
Namun demikian, jumlah guru yang mau
menuangkan ide-ide segarnya dalam bentuk tulisan terutama di media massa masih
jauh dari harapan. Dari total sekitar 3,1 juta lebih guru yang tersebar di
seluruh Indonesia, tidak lebih dari lima persennya yang berani menulis di media
massa maupun mengarang sebuah buku. Padahal, budaya menulis sangat perlu untuk
dikembangkan terutama oleh mereka yang berprofesi sebagai pendidik. Berbagai persoalan terkait dunia pendidikan
akan lebih mudah dicarikan solusinya apabila diutarakan dengan cara-cara yang
“beradab”. Ujaran kebencian yang biasa dilontarkan oleh sebagian guru di media
sosial hanya akan memperkeruh suasana dan tidak menyelesaikan persoalan.
Adapun untuk mengasah kemampuannya dalam
menulis, guru dapat mengikuti berbagai pelatihan menulis yang biasa
diselenggarakan oleh insan pers maupun komunitas lainnya. Adalah Teacher
Writing Camp, sebuah pelatihan menulis yang diperuntukkan bagi guru dan
rutin diadakan setiap tahun. Kegiatan yang digagas oleh Komunitas Sejuta Guru
Ngeblog (KSGN) tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi menulis di
kalangan guru.
Berbagai materi dipaparkan dalam
kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut. Mulai dari menyusun karya
tulis ilmiah, menulis opini di media cetak, sampai dengan menyusun sebuah buku
disampaikan oleh para nara sumber yang kompeten di bidangnya. Tak heran apabila
animo guru untuk mengikuti acara ini pun cukup tinggi.
Mengingat pentingnya kemampuan
menulis bagi guru, penulis mengajak kepada seluruh guru untuk senantiasa
meningkatkan kompetensinya dari waktu ke waktu. Dengan membangkitkan (kembali)
budaya menulis di kalangan guru, diharapkan wawasan mereka pun akan semakin berkembang sehingga mampu memberikan spirit
bagi siswanya untuk terbiasa membaca dan menulis. Dengan demikian, budaya
literasi di kalangan guru yang dulu pernah terkikis pun, dapat kembali
menghiasi wajah dunia pendidikan kita.(Dimuat di Koran Siap Belajar Edisi Akhir Februari 2016)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar