Performa yang
ditunjukkan oleh guru saat berada di dalam kelas sejatinya menentukan sejauh
mana kualitas output yang akan dihasilkan. Dalam hal ini penguasaan guru
terhadap 4 kompetensi dasar (kepribadian, pedagogis, profesional dan sosial)
sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang ditetapkan, merupakan
sebuah keniscayaan. Agar dapat menyelenggarakan proses pembelajaran yang
berkualitas, guru diharapkan mampu melakukan berbagai inovasi yang berkaitan
langsung dengan metode mengajar maupun evaluasinya. Adapun
membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan salah satu jalan yang
dapat ditempuh oleh guru untuk dapat melahirkan berbagai inovasi yang dimaksud.
Penelitian Tindakan Kelas atau yang
dikenal dengan istilah Classroom Action Research pada dasarnya merupakan
penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru pada saat proses pembelajaran
berlangsung. Adapun tujuan dari penelitian tersebut adalah untuk mengetahui
kekurangan maupun permasalahan yang dihadapi saat guru berinteraksi dengan
peserta didiknya. Hasil dari penelitian tersebut kemudian akan dijadikan bahan
evaluasi bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang
dilaksanakannya.
Beberapa faktor seperti tata ruang
dan ukuran kelas, latar belakang sosial siswa serta sarana pembelajaran yang
dimiliki oleh sekolah merupakan bagian penting yang dijadikan objek dalam PTK.
Ketiga hal tersebut akan menentukan strategi maupun metode yang digunakan oleh
guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Artinya, cara guru dalam mengelola
kelasnya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Dengan
demikian, guru pun dapat merasakan sendiri apakah kegiatan pembelajaran yang
dilakukannya benar-benar (telah) berdampak positif terhadap hasil belajar siswa
ataukah sebaliknya.
Sayangnya, hanya sebagian kecil saja
dari para guru kita yang benar-benar menyadari pentingnya membuat PTK. Ketiadaan
waktu maupun ketidakmampuan mereka dalam
menyusun PTK yang sesuai dengan sistematika yang telah ditentukan, seakan
dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan sebagian tugas pokok pendidik
tersebut. Akibatnya, guru pun tidak (pernah) menhetahui apakah kegiatan
pembelajaran yang selama ini dilaksanakannya benar-benar telah mencapai tujuan
yang telah digariskan.
Mengingat betapa pentingnya PTK bagi
guru, penulis menghimbau agar setiap sekolah mewajibkan para gurunya untuk
membuat PTK. Umpan balik dari siswa maupun guru lainnya tentunya akan menjadi
masukan berharga bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam
kelas. Selain itu Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang dilakukan secara berkala
pun hendaknya memberikan perhatian penuh terhadap PTK yang dibuat oleh para
guru. Dengan demikian, diharapkan akan
lahir lulusan berkualitas sebagai hasil dari proses pembelajaran yang
berkualitas.
Home
semoga semakin banyak guru yg mampu melakukan ptk
BalasHapus