Dukungan
pemerintah terhadap sekolah-sekolah swasta sangat dibutuhkan dalam rangka
mempertahankan eksistensi mereka. Mendorong kesetaraan antara sekolah negeri
dan swasta merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil oleh pemerintah
untuk menyelamatkan sekolah-sekolah swasta yang terancam gulung tikar. Itulah
yang dapat penulis simpulkan saat membaca tulisan berjudul “PPDB dan Sekolah
Swasta” yang ditulis oleh Sobandi (PR, “04/07/2015”). Tulisan tersebut
seakan mengisyaratkan kepada kita bahwa hidup atau matinya sekolah swasta
sangat bergantung pada “uluran tangan” dari pemerintah. Namun, benarkah
demikian ?
Kekurangan jumlah murid memang
menjadi salah satu persoalan serius yang dialami oleh sekolah-sekolah swasta
setiap kali menjelang tahun ajaran baru. Hal ini antara lain disebabkan oleh
masih berlakunya paradigma yang memandang kualitas sekolah negeri masih jauh
lebih baik dibandingkan dengan sekolah swasta. Di samping itu faktor biaya pun
masih menjadi alasan utama bagi sebagian orangtua untuk tetap mengupayakan agar
anak-anaknya dapat masuk ke sekolah negeri. Akibatnya, sekolah-sekolah swasta
pun hanya dijadikan pilihan terakhir oleh orangtua saat anaknya tidak diterima
di sekolah negeri.
Dalam pandangan penulis, menjadikan
keberpihakan pemerintah sebagai faktor utama yang menentukan keberlangsungan
sekolah-sekolah swasta bukanlah keputusan yang tepat. Pihak pengelola (yayasan) seharusnya menyadari sejak awal
bahwa tujuan utama didirikannya sekolah swasta adalah untuk membantu pemerintah
dalam mendidik anak-anak yang tidak tertampung oleh sekolah-sekolah negeri
karena keterbatasan kapasitas. Di samping itu sekolah swasta pun sejatinya
hadir untuk memenuhi kebutuhan pendidikan sebagian masyarakat yang hingga saat
ini belum mampu diberikan oleh sekolah-sekolah negeri. Memberikan pendalaman
materi tentang keagamaan maupun keterampilan dalam bidang teknologi informasi
merupakan contoh dari sekian banyak program yang belum dapat dilaksanakan oleh
(sebagian) sekolah negeri.
Untuk dapat disetarakan dengan
sekolah-sekolah negeri, tidak ada jalan lain bagi sekolah-sekolah swasta selain
terus berupaya untuk meningkatkan kualitasnya. Menawarkan program-program
unggulan yang tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah negeri merupakan salah satu
jalan yang dapat diambil oleh sekolah swasta dalam rangka merebut hati
masyarakat. Di samping itu peningkatan kompetensi guru secara berkala pun
mutlak dilakukan oleh pengelola sekolah sebagai bagian dari ikhtiar mereka
dalam melahirkan insan-insan yang berkualitas.
Melalui berbagai upaya di atas,
diharapkan akan lahir sekolah-sekolah swasta yang mandiri dan memiliki daya
saing tinggi. Sudah saatnya bagi sekolah swasta untuk segera bangkit agar tidak
lagi dinomorduakan oleh pemerintah maupun
masyarakat. Dengan demikian, dunia pun akan mengakui bahwa sekolah swasta
benar-benar memiliki kontribusi yang nyata dalam mencerdaskan tunas - tunas
bangsa dan kita pun akan melihat suatu saat adanya fenomena dimana seorang
kepala dinas pendidikan yang rela mengantri di sekolah swasta demi mendaftarkan
kerabatnya, sebagai hal yang biasa. (Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat, 06 Juli 2015)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar