Kebijakan
pemerintah menaikkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk
Sekolah Dasar (SD) yang saat ini Rp. 580.000 menjadi Rp. 800.000 per
tahun patut kita syukuri. Keputusan tersebut setidaknya membuktikan
bahwa di akhir masa jabatannya, pemerintah tetap memberikan perhatian
pada pendidikan dasar sebagai pondasi penting yang akan menentukan
keberlangsungan proses pendidikan pada jenjang selanjutnya. Sebagai
seorang guru SD yang mengenal betul seluk beluk kebutuhan di
lapangan, penulis pun mengakui bahwa peningkatan dana bantuan
tersebut akan sangat berarti dalam memenuhi kebutuhan operasional
sekolah. Namun demikian, apakah peningkatan dana BOS tersebut akan
berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pendidikan secara umum ?
Keberhasilan
dana BOS dalam mendongkrak kualitas pendidikan di tanah air pada
dasarnya ditentukan oleh tiga hal. Pertama, kemampuan manajerial
seorang kepala sekolah dalam mengelola dana bantuan yang diterimanya.
Dalam hal ini kepala sekolah sebagai pimpinan lembaga dituntut untuk
mampu menggunakan dana bantuan pemerintah tersebut sesuai dengan
kebutuhan di lapangan. Pemerintah memang menyertakan panduan tentang
penggunaan dana BOS tersebut. Namun demikian, kejelian serta sikap
bijak pimpinan lembaga dalam menyusun prioritas kebutuhan di lapangan
akan sangat menentukan efektivitas penggunaan dana BOS.
Kedua,
pengawasan optimal terhadap penggunaan dana BOS. Untuk mencegah
terjadinya penyalahgunaan anggaran, pengawasan secara maksimal
sebaiknya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah sebagai pemberi
bantuan. Orangtua pun diharapkan aktif dalam mengontrol penggunaan
anggaran tersebut melalui keikutsertaan mereka dalam komite sekolah.
Terjadinya kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum kepala
sekolah membuktikan bahwa dana BOS memang rawan untuk disalahgunakan.
Ketiga,
partisipasi siswa untuk tetap melanjutkan pendidikannya. Dana BOS
yang diberikan kepada siswa Sekolah Dasar akan benar-benar bermanfaat
apabila mereka bersedia melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang
lebih tinggi. Dalam hal ini sekolah diharapkan mampu meyakinkan para
orangtua bahwa melanjutkan proses pendidikan ke jenjang selanjutnya
sangat penting bagi masa depan anak. Masih ditemukannya beberapa
orangtua yang “memaksa” anaknya untuk berhenti belajar dan
membantu mereka bekerja merupakan PR besar bagi sekolah maupun
pemerintah untuk menyadarkannya.
Dengan
memperhatikan ketiga hal di atas, diharapkan penggunaan dana BOS
dapat lebih tepat sasaran. Dengan demikian, besarnya anggaran yang
dikeluarkan oleh pemerintah tersebut benar-benar berimplikasi positif
pada peningkatan kualitas pendidikan di tanah air.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar