Salah satu persoalan besar yang sering dihadapi oleh sekolah
– sekolah swasta adalah kekurangan peserta didik. Minimnya jumlah pendaftar
seakan menjadi “penyakit menahun” yang diderita setiap menjelang tahun ajaran
baru. Adapun kebijakan sekolah-sekolah negeri yang sering menerima murid baru
melebihi kapasitas yang tersedia, disinyalir sebagai penyebab utamanya. Selain itu sikap pemerintah yang terkesan
menutup mata terhadap berbagai pelanggaran selama proses Penerimaan Peserta
Didik Baru (PPDB), mengakibatkan kondisi sekolah-sekolah swasta menjadi “mati
suri”.
Menyikapi
kondisi semacam ini, mengharapkan pemerintah akan memberikan perlindungan
terhadap eksistensi sekolah swasta nampaknya tindakan yang sia-sia. Sekolah swasta seharusnya bangkit dari
keterpurukan ini dengan berusaha untuk berdiri dengan kaki sendiri. Adapun
peningkatan kualitas layanan pendidikan merupakan syarat mutlak yang harus
dipenuhi. Oleh karenanya, meningkatkan daya saing diantara sekolah-sekolah
lainnya merupakan sebuah keniscayaan.
Ada beberapa
upaya yang dapat dilakukan oleh sekolah swasta dalam rangka mengundang minat
orangtua agar mau menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah mereka. Pertama,
meningkatkan kualitas para pendidiknya dengan cara mengikutsertakan mereka
dalam berbagai seminar maupun pelatihan. Hal tersebut diperlukan karena
peningkatan kualitas guru akan
berbanding lurus dengan kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
Dalam hal ini sekolah dapat menggelar pelatihan tersebut secara mandiri untuk
mengantisipasi minimnya program peningkatan kualitas guru yang dilaksanakan
oleh pemerintah.
Kedua,
mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh orang tua siswa. Untuk itu sekolah
diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Berbagai
program sekolah maupun persoalan yang ada hendaknya dimusyawarahkan bersama.
Dengan begitu mereka pun dapat
berpartisipasi aktif demi kemajuan sekolah.
Ketiga,
membuat program unggulan. Untuk mengundang minat masyarakat agar mereka
menyekolahkan putra-putrinya, sekolah swasta haruslah memiliki program unggulan
yang membedakan dirinya dengan sekolah-sekolah lainnya. Kemampuan berbahasa
asing, hafalan Al-Qur’an dan keterampilan di bidang Teknologi Informasi
(IT) adalah beberapa pilihan yang dapat
diambil oleh sekolah swasta dalam membuat diferensiasi. Dengan begitu
masyarakat pun memiliki alasan yang logis dalam memilih sekolah tersebut.
Keempat,
menjalin kemitraan dengan lembaga lain. Partisipasi masyarakat maupun lembaga
di luar sekolah tentunya akan sangat mendukung terhadap kemajuan sekolah. Dalam
hal ini sekolah dapat melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang
dianggap potensial. Perusahaan besar biasanya memiliki dana sosial cukup besar
yang biasa digunakan dalam program Corporate
Social Responsibility (CSR). Sekolah dapat mengajukan dana tersebut untuk
meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pembelajaran.
Kelima,
mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi (IT). Salah satu indikator
sekolah berkualitas adalah sejauh mana mereka mampu memberikan kemudahan akses terhadap informasi yang
dibutuhkan oleh masyarakat khususnya orangtua siswa. Berbagai program maupun kegiatan sekolah hendaknya dipublikasikan kepada
masyarakat luas agar lebih dikenal.
Selain itu data-data yang berkaitan dengan siswa seperti nilai akademik
maupun kehadiran siswa hendaknya dapat diakses dengan mudah oleh orangtua. Oleh
karenanya setiap sekolah diharapkan
memiliki website yang dikelola dengan
baik oleh guru yang kompeten.
Berdasarkan
gambaran diatas, penulis yakin bahwa sekolah swasta akan mampu bersaing dengan
sekolah-sekolah negeri jika berbagai upaya tersebut dilakukan secara konsisten.
Dengan begitu mereka pun akan mampu berdiri dengan kaki sendiri tanpa harus
selalu bergantung pada “uluran tangan” pemerintah. (Dimuat di Surat Kabar Siap Belajar Edisi Awal Oktober 2014)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar