Pembelajaran berbasis digital sebagai konsekuensi logis dari
pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) nampaknya
menjadi hal yang tak terhindarkan. Dalam hal ini sekolah dituntut untuk terus
berbenah agar mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Ketersediaan sarana
secara memadai merupakan syarat mutlak terciptanya pembelajaran yang
berkualitas. Selain itu (peningkatan) kompetensi pendidik di bidang IT pun
menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam upaya mendidik generasi digital (digital natives) yang akan mengisi
ruang-ruang kelas masa kini dan masa
yang akan datang.
Terlepas
dari berbagai persoalan yang menyelimuti kurikulum baru, pembelajaran berbasis
TIK merupakan sebuah keniscayaan. Hal ini dikarenakan karakteristik peserta
didik saat ini sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Bagi
generasi digital, materi pelajaran akan lebih mudah dicerna jika disampaikan
secara visual melalui peralatan multimedia. Metode konvensional seperti ceramah
yang terkesan monoton hanya akan membuat mereka cepat bosan dan pada akhirnya
tidak lagi memiliki motivasi untuk belajar.
Memanfaatkan
TIK dalam proses pembelajaran memang akan memberikan banyak manfaat bagi guru
maupun peserta didik. Pembelajaran akan lebih efektif karena materi dapat lebih
mudah diserap oleh peserta didik. Selain itu guru pun akan lebih efisien dalam
menyampaikan materi karena bahan ajar tidak lagi berbentuk kertas yang hanya
akan menciptakan pemborosan namun divisualisasikan dalam bentuk tampilan yang
menarik. Di samping itu proses evaluasi pun akan lebih mudah karena menggunakan
perangkat lunak (software) khusus
yang diciptakan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menangkap
materi yang telah diajarkan. Dengan menggunakan fasilitas online test, siswa dapat mengetahui hasil ujian mereka secara
langsung tanpa harus menunggu guru untuk memeriksanya.
Meskipun
demikian, melaksanakan pembelajaran berbasis TIK bukannya tanpa kendala. Tidak
meratanya ketersediaan sarana seperti laboratorium komputer serta sara
penunjang lainnya seakan menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Hal
ini tentunya sangat berkaitan dengan kemampuan dana yang dimiliki oleh
masing-masing sekolah serta political
will dari pucuk pimpinan sekolah yang bersangkutan untuk senantiasa beradaptasi sesuai dengan tuntutan
zaman. Untuk itu kepala sekolah pun diharapkan lebih kreatif dalam upaya
menyediakan sarana yang dibutuhkan.
Dalam hal ini sekolah dapat menjalin kemitraan dengan lembaga atau badan lain
dengan tidak melanggar peraturan yang telah ditetapkan. Banyaknya
perusahaan-perusahaan besar yang memiliki program Corporate Social Responsibility (CSR) hendaknya benar-benar
dimanfaatkan oleh sekolah.
Tantangan
lain yang harus dihadapi oleh sekolah dalam melaksanakan pembelajaran berbasis
TIK adalah kondisi infrastruktur daerah secara umum. Terbatasnya akses internet
bagi sekolah-sekolah tertentu yang terletak “jauh dari peradaban” seakan
menjadi permasalahan lain dalam upaya mempersembahkan pembelajaran yang
berkualitas sesuai kebutuhan generasi digital. Dalam hal ini dibutuhkan
dukungan pemerintah daerah setempat serta kementrian terkait (Kemkominfo) untuk
memberikan layanan khusus bagi sekolah-sekolah yang terletak di pedalaman
tersebut. Dengan demikian, kesenjangan akses informasi antar daerah pun dapat
dikurangi seminimal mungkin.
Selain kedua
hal diatas, tidak meratanya kemampuan guru dalam menggunakan peralatan digital
menjadi persoalan lain yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, setiap
pendidik didorong untuk senantiasa meningkatkan kemampuan IT nya secara terus
menerus. Untuk itu sekolah diharapkan mampu untuk memberikan dukungan bagi para
gurunya dalam bentuk pelaksanaan kegiatan – kegiatan yang mengarah pada
peningkatan kompetensi guru di bidang IT. Dalam hal ini guru TIK yang saat ini
telah berganti “jubah” memiliki peran sangat penting dalam meningkatkan
kompetensi guru lainnya di sekolah. Selain itu sekolah pun dapat bekerjasama
dengan lembaga lain maupun mengundang pakar IT untuk memberikan pelatihan di
sekolah secara berkala.
Mengingat
pentingnya pembelajaran berbasis TIK dalam mendidik generasi digital, dukungan
berbagai pihak dalam menyelesaikan berbagai kendala seperti yang penulis
gambarkan di atas sangat diharapkan. Dalam hal ini pemerintah pusat, pemerintah
daerah serta sekolah hendaknya bahu membahu untuk memberikan layanan pendidikan
terbaik bagi masyarakatnya. Kebijakan terkait anggaran yang dikeluarkan oleh
pemerintah (daerah) dalam mendukung terlaksananya pembelajaran berbasis TIK
akan sangat membantu para guru dalam menjalankan aktivitasnya. Dengan demikian generasi emas seperti yang
dicita-citakan pun dapat segera terwujud.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar