Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menambah
jam belajar siswa pada seluruh jenjang sekolah sebagai dampak diberlakukannya
kurikulum baru menimbulkan pro dan kontra di kalangan orangtua dan guru.
Kebijakan tersebut dianggap akan menambah beban guru yang mengajar serta
dikhawatirkan akan membuat anak menjadi jenuh dalam belajar. Kemdikbud sendiri
beralasan, penambahan jam belajar tersebut bertujuan untuk menambah wawasan
pengetahuan sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Dalam
pandangan penulis, apa yang dilakukan oleh Kemdikbud tersebut merupakan
kebijakan yang tepat. Penambahan waktu belajar siswa di sekolah tentunya akan
memberikan dampak positif jika dikelola
dengan baik. Selain dapat menambah pengetahuan siswa, kebijakan tersebut juga
diharapkan mampu melindungi siswa dari berbagai kebiasaan negatif seperti tawuran maupun pergaulan bebas sebagaimana
selama ini terjadi. Selain itu dengan tinggal lebih lama di sekolah, hubungan
emosional yang baik antara guru dan siswa pun akan lebih mudah terbangun.
Adanya
pendapat yang mengatakan bahwa penambahan jam belajar akan menimbulkan
kejenuhan pada siswa patut kita pertanyakan. Kejenuhan yang dialami oleh siswa
bukanlah disebabkan oleh lamanya waktu belajar, melainkan karena penyampaian
materi pembelajaran yang terkesan monoton. Artinya, metode mengajar yang
digunakan oleh guru di kelas akan sangat berpengaruh terhadap minat belajar
siswa. Dalam hal ini setiap guru ditantang untuk menciptakan proses
pembelajaran yang menarik.
Meskipun
demikian pemerintah pun hendaknya tidak menutup mata terhadap kondisi guru di
lapangan. Penambahan jam bekajar hendaknya disesuaikan dengan jumlah guru yang
tersedia serta beban mengajarnya. Memaksa mereka yang memiliki jam mengajar
padat untuk kemudian menambahnya tentu bukanlah kebijakan yang tepat. Hal ini
dikarenakan tugas seorang guru tidak sebatas mengajar di dalam kelas.
Merencanakan pembelajaran dan melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran
yang dilakukan adalah tugas yang cukup
menguras energi dan waktu. Selain itu evaluasi terhadap peserta didik pun
merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dari sebuah proses pembelajaran.
Berdasarkan
beberapa pertimbangan diatas, tak ada alasan bagi guru maupun orangtua untuk
menolak kebijakan penambahan jam belajar
tersebut. Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas peserta didik hendaknya
kita dukung penuh. Dalam hal ini sekolah dan orangtua diharapkan mampu
bersinergi dalam menyukseskan agenda nasional tersebut. Dengan begitu program pemerintah untuk
melahirkan generasi emas seperti yang dicita-citakan pun dapat terwujud. (Dimuat di Harian Umum Republika, Edisi 31 Agustus 2014)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar