Tulisan berjudul “SMA Swasta, Antara Hidup dan Mati” (PR,
04/07/2014) yang ditulis oleh Sukadi
menarik untuk disimak. Artikel yang dimuat pada kolom Forum Guru tersebut
seakan memberikan kesan bahwa maju atu tidaknya sekolah swasta terutama SMA,
sangat bergantung pada “proteksi” dari pemerintah. Artinya, tanpa adanya
perlindungan dari pemerintah, sekolah-sekolah swasta akan gulung tikar dengan
sendirinya. Namun benarkah demikian ?
Kenyataan
menunjukkan, tidak sedikit sekolah-sekolah swasta di Jawa Barat justru mampu
bersaing dengan sekolah-sekolah negeri dalam hal kualitas. Tanpa harus
mengaharapkan “kemurahan hati” dari pemerintah, mereka mampu berdiri tegak
untuk tetap memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat. Bahkan,
akibat dari tingginya animo masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya, tidak
sedikit dari sekolah-sekolah swasta tersebut terpaksa harus menolak sebagian
calon siswa karena kapasitas yang terbatas.
SMAIT
Assyifa-Boardingschool Subang, sebuah sekolah dimana penulis pernah mengabdi
adalah salah satu contoh dari sekolah swasta yang dimaksud. Setiap tahunnya
sekolah ini terpaksa harus menolak ratusan calon siswa barunya dikarenakan
kursi yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pendaftar. Artinya, sekolah
swasta sebenarnya masih memiliki peluang untuk mendapatkan kepercayaan
masyarakat tanpa harus selalu bergantung pada regulasi yang dibuat oleh
pemerintah.
Adapun untuk
mendapatkan kepercayaan dari masyarakat tersebut, peningkatan kualitas layanan
pendidikan menjadi sebuah keniscayaan. Untuk itu ada beberapa upaya yang dapat
dilakukan oleh sekolah swasta.
Pertama,
meningkatkan kualitas para pendidiknya dengan cara mengikutsertakan mereka
dalam berbagai seminar maupun pelatihan. Hal tersebut diperlukan karena
peningkatan kualitas guru akan
berbanding lurus dengan kualitas layanan pendidikan yang diberikan.
Dalam hal ini sekolah dapat menggelar pelatihan tersebut secara mandiri untuk
mengantisipasi minimnya program peningkatan kualitas guru yang dilaksanakan
oleh pemerintah.
Kedua,
mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh orang tua siswa. Untuk itu sekolah
diharapkan mampu menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Berbagai
program sekolah maupun persoalan yang ada hendaknya dimusyawarahkan bersama.
Dengan begitu mereka pun dapat
berpartisipasi aktif demi kemajuan sekolah.
Ketiga, membuat
program unggulan. Untuk mengundang minat masyarakat agar mereka menyekolahkan
putra-putrinya, sekolah swasta haruslah memiliki program unggulan yang
membedakan dirinya dengan sekolah-sekolah lainnya. Kemampuan berbahasa asing,
hafalan Al-Qur’an dan keterampilan di bidang Teknologi Informasi (IT) adalah beberapa pilihan yang dapat diambil
oleh sekolah swasta dalam membuat diferensiasi. Dengan begitu masyarakat pun
memiliki alasan yang logis dalam memilih sekolah tersebut.
Berdasarkan
gambaran diatas, penulis yakin bahwa sekolah swasta akan mampu bersaing dengan
sekolah-sekolah negeri jika berbagai upaya tersebut dilakukan secara konsisten.
Dengan begitu mereka pun akan mampu berdiri dengan kaki sendiri tanpa harus
selalu berlindung dibawah ketiak pemerintah.(Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat, Edisi 08 Juli 2014)
Home
Semoga sukses di acer guraru :-)
BalasHapus