Bulan suci ramadhan yang masih akan kita jumpai beberapa pekan kedepan sejatinya kita
jadikan sebagai bulan yang istimewa. Adapun pengurangan jam belajar di
sekolah hendaknya dimaknai sebagai kesempatan untuk lebih mendekatkan
diri kepada yang maha kuasa maupun melakukan kegiatan-kegiatan produktif
lainnya.
Sejarah
mencatat, tidak sedikit prestasi gemilang justru diraih oleh umat Islam
(zaman Nabi Muhammad) maupun bangsa Indonesia pada saat bulan ramadhan.
Peristiwa Fathul Makkah dan kemenangan kaum muslimin pada
Perang Badar melawan kaum kafir yang jumlahnya berlipat ganda terjadi
pada saat mereka tengah melaksanakan puasa. Begitu pula dengan
proklamasi kemerdekaan republik Indonesia yang sangat bersejarah itu
dilakukan pada saat bulan suci ramadhan.
Adapun
untuk kondisi saat ini, berbagai prestasi seperti diatas dapat juga
diraih oleh guru maupun siswa. Dalam pandangan penulis, setidaknya ada
tiga hal penting yang dapat kita lakukan agar ramadhan tahun ini menjadi
bulan yang lebih istimewa dari tahun-tahun sebelumnya.
Pertama,
seiring diberlakukannya kurikulum baru untuk semua sekolah, setiap guru
dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang berorientasi pada siswa
sesuai dengan tuntutan kurikulum baru tersebut. Merubah pola pikir dan
pola kerja yang digunakan oleh para guru selama ini memang tidak mudah.
Namun jika mereka berhasil melewati tantangan tersebut maka hal itu
merupakan sebuah prestasi yang luar biasa.
Kedua, mengajak siswa untuk mengkhattamkan Al-Qur’an dalam waktu satu bulan penuh. Dalam hal ini sekolah
bisa memberikan tugas kepada seluruh siswanya untuk membaca Al-Qur’an
sebanyak satu juz setiap harinya. Dengan begitu secara tidak langsung
sekolah telah berperan dalam membiasakan anak untuk senantiasa membaca
Al-Qur’an.
Ketiga, pemilihan presiden yang akan berlangsung pada tanggal 9 Juli mendatang tentunya
memberikan warna baru pada bulan ramadhan kali ini. Saat itu seluruh
masyarakat Indonesia akan menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah dengan
memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan. Dalam konteks ini setiap
guru diharapkan mampu untuk mengajak siswanya (yang memiliki hak pilih)
agar mengedepankan rasionalitas daripada emosi pada saat memilih
pemimpinnya. Dengan begitu diharapkan hanya pemimpin yang memiliki sifat
jujur dan amanahlah yang pada akhirnya terpilih.
Dengan
melaksanakan ketiga hal diatas, kita berharap bulan suci ramadhan kali
ini benar-benar menjadi bulan yang penuh prestasi. Dengan begitu
kegiatan-kegiatan tidak produktif dan membuang waktu seperti yang
dilakukan oleh sebagian masyarakat kita selama ini secara perlahan dapat
dikurangi.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar