Kurikulum 2013 yang akan diterapkan untuk seluruh sekolah
mulai tahun ajaran baru mendatang hendaknya benar-benar dipahami oleh guru
maupun orang tua. Konsep pembelajaran yang tidak lagi berpusat pada guru dan
lebih menuntut kemandirian siswa tentunya memberikan pengaruh cukup besar
terhadap perubahan proses belajar yang selama ini dilakukan.
Dalam
Kurikulum 2013 guru tidak lagi diposisikan sebagai orang yang serba tahu
tentang materi yang diajarkannya. Dalam kurikulum baru ini, guru lebih berperan
sebagai fasilitator, pembimbing serta pengarah selama proses pembelajaran. Oleh
karenanya metode diskusi diantara siswa pun lebih banyak dilakukan daripada metode
ceramah yang berjalan searah.
Adapun siswa dituntut untuk bersikap
lebih mandiri dalam mencari sumber-sumber pembelajaran. Ruangan kelas tidak lagi menjadi satu-satunya
tempat untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Berbagai informasi yang tersedia di
media cetak maupun online hendaknya
benar-benar dimanfaatkan sebagai “nutrisi” tambahan. Hal ini dikarenakan materi
yang tercantum dalam kurikulum hanyalah standar minimal yang harus dicapai.
Kita tentu tidak ingin melihat anak-anak kita lulus dari bangku sekolah dengan
kemampuan “standar”.
Konsekuensinya, orang tua mempunyai
peran yang lebih besar dalam keberhasilan proses pembelajaran anaknya daripada
sebelumnya. Orang tua diharapkan mampu menciptakan suasana kondusif yang
mendukung terlaksananya proses pembelajaran di rumah. Menyediakan buku-buku
yang sesuai, akses internet yang memadai serta media pembelajaran lainnya
adalah upaya-upaya yang harus dilakukan oleh orang tua di rumah. Selain itu
orang tua pun diharapkan mampu melindungi anaknya dari berbagai gangguan
seperti tayangan media yang tidak mendidik selama proses pembelajaran.
Pergeseran paradigma belajar ini
hendaknya benar-benar dipahami oleh para guru maupun orang tua. Diklat implementasi kurikulum baru yang kini
tengah dilaksanakan di sekolah-sekolah hendaknya dimanfaatkan dengan baik oleh
para guru.
Selain itu pemerintah pun diharapkan
aktif melakukan sosialisasi serta memberikan pemahaman terkait
perubahan-perubahan yang terdapat kurikulum baru ini kepada orang tua. Hal ini
perlu dilakukan agar orang tua menyadari pentingnya peran mereka dalam
keberhasilan proses pembelajaran berdasarkan kurikulum baru ini. Saat ini
pemerintah baru sebatas melakukan sosialisasi tentang pentingnya implementasi
kurikulum baru melalui iklan layanan masyarakat. Untuk itu diklat maupun
penyuluhan hendaknya tidak hanya berlaku bagi para guru namun juga melibatkan
para orang tua.
Dengan memahami perubahan paradigma
belajar saat ini, kita berharap guru dan orang tua dapat lebih berperan dalam
tercapainya tujuan pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum baru ini. Dengan
begitu kreativitas dan kemandirian anak pun akan berkembang sesuai dengan
potensi yang dimilikinya. (Dimuat di Harian Umum Suara Merdeka, 12 Juli 2014)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar