Akibatnya sebagian
besar masyarakat pun mengikuti waktu pelaksanaan puasa seperti yang ditentukan
oleh pemerintah dengan dalih “sebagai warga negara yang baik” tanpa memahami
mengapa mereka harus memulai puasa pada waktu tersebut. Adapun sebagaian lainnya
lebih memilih waktu yang telah ditentukan oleh pimpinan ormas masing-masing sebagai
konsekuensi dari keanggotaan mereka dalam ormas tersebut. Adapun siswa sendiri biasanya mengikuti
pendapat orang tuanya, baik itu yang mengikuti anjuran pemerintah maupun yang berbeda
dengan anjuran pemerintah karena kebetulan orang tuanya anggota ormas tertentu.
Sebagai seorang pendidik, kita tentu
berkewajiban memberikan penjelasan yang rasional dan ilmiah kepada para peserta
didik kita perihal perbedaan yang terjadi. Kita tentu tidak ingin mereka
kehilangan daya kritisnya. Untuk itu ada beberapa upaya yang bisa dilakukan
oleh guru. Pertama, guru menjelaskan pengertian secara ilmiah apa itu hilal, kapan
hilal tersebut muncul serta bagaimana cara melihatnya. Dalam hal ini guru dapat
menggunakan alat peraga maupun tayangan animasi yang bisa didownload di
internet untuk menjelaskan hal tersebut kepada para siswa.
Kedua, guru
menjelaskan dalil-dalil berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist tentang penetapan awal
bulan suci ramadhan. Hal ini diperlukan agar siswa memiliki pemahaman yang baik
sebagai bekal bagi mereka dalam mengambil keputusan. Dengan begitu diharapkan
mereka memiliki sikap sendiri dan tidak hanya ikut-ikutan. Ketiga, memberikan
penjelasan secara objektif dan menyeluruh tentang perbedaan yang terjadi dimasyarakat. Hal
tersebut diperlukan agar siswa tidak menilai perbedaan yang terjadi hanya sebatas
akibat dari adanya perbedaan sikap pemimpin ormas islam yang satu dengan ormas
islam yang lainnya, namun lebih kepada
perbedaan metode yang digunakan dalam menentukan keputusan yang diambil maupun
dalil-dalil yang digunakan.
Dengan memberikan penjelasan yang
komprehensip kepada para siswa, kita berharap mereka memiliki pijakan yang
jelas maupun alasan yang rasional ketika mereka harus memilih salah satu
diantara dua pilihan. Dengan begitu diharapkan mereka pun akan senantiasa
berpikir logis dalam setiap tindakan dalam kehidupan sehari-hari. (Dimuat di Harian Umum Republika, 22 Juni 2014)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar