Kesehatan jasmani sejatinya merupakan
salah satu modal dasar dalam mencapai keberhasilan proses belajar. Hal ini
dikarenakan kondisi fisik siswa akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan
akademiknya. Siswa yang sering sakit-sakitan dan tidak masuk sekolah tentu akan
sulit mengikuti pelajaran. Dalam hal ini sekolah mempunyai tanggung jawab moral
dalam menciptakan lingkungan yang sehat untuk mendukung proses tumbuh
kembangnya peserta didik.
Beredarnya
jajanan yang tidak sehat di sekitar sekolah tentu saja membuat kita harus lebih
waspada. Banyaknya makanan yang mengandung bahan – bahan kimia berbahaya
seperti pewarna pakaian, zat pengawet sampai dengan minyak goreng bekas tentu
akan sangat berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus oleh anak. Penelitian
yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Bandung pada tahun
2012 menunjukkan bahwa 17,82% jajanan disekolah-sekolah yang ada di Jawa Barat
positif mengandung zat pewarna dan pengawet.
Parahnya
lagi, tidak sedikit siswa sekolah yang setiap hari mengkonsumsi jajanan
berbahaya tersebut. Adapun harga yang murah ditambah kemasan yang menarik
disinyalir menjadi penyebab siswa menjadi pelanggan setia jajanan tersebut.
Pola hidup yang tidak sehat seperti ini tentu saja akan sangat berbahaya bagi
kesehatan. Dalam jangka pendek, makanan yang tidak sehat tersebut dapat
menyebabkan siswa terkena penyakit diare dan cacingan. Adapun dalam jangka
panjang, penyakit gagal ginjal dan juga kanker hati siap mengintai.
Beredarnya
makanan yang tidak sehat seperti ini sejatinya disebabkan oleh lemahnya
pengawasan pihak sekolah terhadap jajanan yang dijual dikantin maupun ditempat
lainnya disekitar sekolah. Kondisi tersebut diperparah oleh lemahnya kesadaran
siswa dalam membiasakan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan yang bergizi.
Hal ini terutama terjadi pada siswa Sekolah Dasar (SD) dimana faktor harga yang
murah dan kemasan yang menarik menjadi alasan yang dominan saat membeli makanan
tersebut.
Untuk
menciptakan pola hidup sehat disekolah tentu saja membutuhkan kerjasama antara
pihak sekolah dan juga orang tua. Jika di sekolah tidak ditemukan jajanan yang
menyehatkan bagi anak, maka tidak ada alasan bagi orang tua untuk memberi anak
bekal untuk jajan di sekolah. Lebih baik baik anak membawa bekal dari rumah
yang terbukti higienis dan menyehatkan. Kita tentu tidak ingin anak-anak yang
sedang dalam masa perkembangan menjadi terhambat karena penyakit yang
menggerogoti tubuhnya.
Adapun bagi
pihak sekolah, melakukan kampanye jajanan sehat merupakan upaya yang paling
tepat untuk dilakukan. Sekolah hendaknya mampu memberikan pemahaman kepada para
siswa tentang bahaya dari akibat sering mengkonsumsi makanan-makanan yang
mengandung zat berbahaya. Selain itu, sekolah juga dapat memberikan saran
kepada kantin maupun para pedagang disekitar sekolah untuk senantiasa
menyediakan jajanan yang menyehatkan bagi anak-anak jika mereka tetap mau
berjualan disekolah.
Dengan
adanya sinergi antara pihak sekolah dan orang tua, diharapkan kedepan tidak ada
lagi anak yang sakit-sakitan karena sering mengkonsumsi jajanan yang tidak
sehat. Selain itu, dengan menciptakan pola hidup sehat disekolah dan dirumah
diharapkan akan memupuk kesadaran siswa akan pentingnya hidup sehat untuk masa
kini dan masa yang akan datang.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar