Bencana banjir yang melanda ibukota dan kawasan lainnya
ditanah air beberapa waktu yang lalu sejatinya merupakan peringatan bagi kita
untuk senantiasa menjaga kelestarian alam. Banyaknya daerah resapan air yang
berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk ditambah dengan kurangnya kesadaran
masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungannya mengakibatkan bencana yang
kerap meminta korban jiwa maupun harta ini selalu terulang setiap tahunnya. Himbauan
pemerintah untuk tidak melakukan penebangan secara liar pun sepertinya
diabaikan oleh pengusaha. Bagi mereka, nilai ekonomi jauh lebih penting
dibandingkan dengan jumlah korban yang diakibatkan oleh kegiatan ilegal logging tersebut.
Disisi lain,
pesan moral yang berbunyi “Kebersihan
Sebagian Dari Iman” nampaknya masih belum mendarah daging dalam diri masyarakat
kita. Kebiasaan membuang sampah kesungai dengan alasan tidak ada tempat
penampungan sampah yang memadai seakan menjadi alasan bagi mereka untuk tetap melakukan kebiasaannya. Namun saat
bencana itu datang barulah mereka menyesal akan perbuatannya.
Menjaga
kelestarian lingkungan pada dasrnya merupakan tanggung jawab bersama antara
pemerintah, masyarakat serta sekolah. Selain memberikan sanksi yang tegas bagi
yang melanggar peraturan, pemerintah pun wajib menyediakan sumber daya manusia
dan fasilitas yang memadai agar masyarakat tidak membuang sampah secara
sembarangan.
Adapun sekolah
pada dasarnya memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kesadaran
peserta didik akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Pendidikan
Lingkungan Hidup (PLH) yang diajarkan dikelas hendaknya mampu memotivasi anak
untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekolahnya maupun di masyarakat. Dalam hal ini sekolah sekolah wajib
menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung seperti tempat sampah organik
dan non organik dengan jumlah yang memadai.
Selain itu
sekolah hendaknya mampu untuk memunculkan kreativitas anak dalam mengolah
sampah menjadi suatu barang yang bernilai estetis maupun ekonomis. Dalam hal
ini guru Seni Budaya dan Keterampilan (SBK) memegang peran yang sangat penting.
Selain itu agar anak lebih termotivasi untuk menjaga kelestarian lingkungannya,
sekolah bisa mengadakan lomba kebersihan antar kelas maupun lomba kreativitas
membuat suatu barang berbahan dasar sampah. Cara seperti ini diharapkan dapat
lebih memotivasi anak untuk menjaga kelestarian alam sekaligus membuka
wawasannya bahwa sampah ternyata dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang
bernilai.
Dengan
adanya upaya-upaya semacam ini kita berharap masyarakat memiliki kesadaran yang
tinggi untuk senantiasa menjaga kelestarian lingkungannya sehingga bencana alam
sebagai akibat dari kelalaian manusia tidak terulang kembali.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar