Siswa SMA maupun SMK yang saat ini tengah duduk dibangku
kelas XII nampaknya harus bersiap menyambut Seleksi Nasional Masuk Perguruan
Tinggi Negeri (SNMPTN) yang dilaksanakan pada tahun ini. Pasalnya terdapat
beberapa aturan yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Ketidakpahaman siswa terhadap aturan yang
berlaku tak jarang berakibat fatal bagi masa depan mereka. Tahun lalu saja
terdapat sekitar 21,31 % siswa yang tidak lolos SNMPTN akibat kesalahan
pengisian administrasi.
Pada
dasarnya ada tiga perubahan yang cukup mendasar dalam SNMPTN yang dilaksanakan
pada tahun ini. Pertama, jika pada tahun lalu siswa diperbolehkan memilih 2
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan masing-masing 2 jurusan, maka pada tahun
ini siswa hanya diperbolehkan memilih 2 jurusan untuk PTN yang satu dan satu
jurusan untuk PTN lainnya. Artinya jika pada tahun lalu siswa bisa memilih
maksimal sampai 4 jurusan, maka untuk tahun ini mereka hanya mempunyai
kesempatan untuk memilih 3 jurusan saja, itu pun dengan syarat salah satu PTN
yang mereka pilih harus berada di provinis dimana sekolah mereka berada.
Kedua, pada
pelaksanaan SNMPTN tahun ini nilai Ujian Nasional (UN) ikut diperhitungkan. Hal
ini tentunya berbeda dengan tahun sebelumnya dimana yang menjadi bahan
pertimbangan hanyalah nilai raport enam pelajaran dari semester 1 sampai dengan
semester 5 serta prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh siswa. Kondisi ini
tentunya memaksa siswa untuk bekerja keras mendapatkan nilai UN sebaik mungkin
jika ingin diterima di perguruan tinggi yang diminati.
Ketiga, pada
SNMPTN kali ini siswa tidak diperkenankan untuk memilih jurusan yang sifatnya
lintas program. Artinya siswa kelas IPA tidak diperbolehkan mengambil jurusan
IPS begitupun sebaliknya. Hal tersebut juga berlaku bagi siswa SMK dimana siswa
hanya diperbolehkan memilih jurusan yang sesuai dengan kompetensinya.
Selain
ketiga hal diatas, tingginya tingkat persaingan untuk SNMPTN tahun ini menjadi
tantangan lain yang harus dihadapi oleh setiap siswa. Diperkirakan pada tahun
ini akan ada sekitar 1,2 juta siswa yang akan mengikuti proses seleksi. Namun
kursi yang tersedia hanya 150.000 siswa. Artinya akan ada banyak siswa yang gagal
dalam memperebutkan kursi yang cukup bergengsi tersebut.
Menghadapi
kondisi tersebut setiap siswa diharapkan tidak hanya mau bekerja keras, namun
juga mampu bekerja cerdas. Strategi memilih jurusan dan perguruan tinggi secara
tepat tentunya akan memperbesar peluang untuk diterima. Selain itu dengan
memahami aturan yang berlaku, kita berharap tidak ada lagi siswa yang gagal
dalam meraih cita-citanya hanya karena kesalahan mereka dalam melengkapi persyaratan
administrasi. ( Dimuat di Harian Umum Republika, 13 Februari 2014)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar