Dihapuskannya Ujian Nasional untuk Sekolah Dasar sebagai
implikasi dari implementasi kurikulum baru tentunya akan berpengaruh terhadap
proses pembelajaran yang saat ini tengah berlangsung. Konsep kurikulum baru
yang menekankan proses pendidikan secara menyeluruh meliputi aspek kognitif,
afektif dan psikomotor secara langsung akan merubah haluan proses belajar yang
selama ini hanya berorientasi pada pemecahan soal-soal diatas kertas.
Kurikulum
baru yang bersifat tematik integratif menjadikan siswa tidak lagi hanya
berperan sebagai objek. Sebaliknya sebagai pelaku utama siswa dituntut untuk
aktif melakukan sampai menghasilkan sesuatu selama proses pembelajaran. Adapun
pertanyaan yang kemudian muncul adalah, mampukah guru menempatkan peserta didik
sebagai pelaku utama dalam KBM sekaligus menanamkan kecintaan mereka terhadap
kegiatan pembelajaran ?
Kedua
pertanyaan tersebut sejatinya merupakan tantangan bagi semua guru SD untuk
senantiasa kreatif dan inovatif dalam menghadirkan pembelajaran yang
menyenangkan didalam kelas. Kreatifitas guru dan penggunaan media pembelajaran
yang sesuai nampaknya menjadi syarat mutlak untuk memunculkan kecintaan siswa
terhadap kegiatan pembelajaran.
Siswa sekolah
dasar yang masih identik dengan dunia bermain tentunya jangan sampai merasa
terbebani oleh banyaknya materi yang harus dipelajari. Menumbuhkan motivasi
pada anak agar mau belajar jauh lebih penting dari hanya sekedar mengajarkan
materi pelajaran. Hal ini perlu dilakukan agar anak benar-benar siap untuk
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu SMP. Tanpa kesiapan
yang matang akan sulit bagi siswa untuk mengikuti pelajaran yang disampaikan di
jenjang pendidikan selanjutnya.
Berdasarkan
gambaran diatas perubahan orientasi pembelajaran di sekolah dasar nampaknya
menjadi sutu keniscayaan. Sekolah Dasar yang baru saja memasuki “Zaman Baru”
seperti yang diistilahkan oleh Watson tentunya harus mampu menyesuaikan diri
dengan kehidupan barunya meskipun itu tidaklah mudah. Tak hanya itu, sekolah
pun harus mampu secara perlahan melepaskan diri dari “rantai-rantai” yang
selama ini membelenggu kreativitasnya.
Untuk itu diperlukan usaha serius
dari para pendidik di sekolah dasar untuk memanfaatkan kesempatan yang
diberikan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya. Jika tidak, bukan mustahil
pemerintah akan mengambil kembali kepercayaan yang telah diberikan dimana
fungsi melakukan evaluasi proses belajar tidak lagi sepenuhnya dilakukan oleh guru.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar