Stigma negatif pelajar yang identik dengan pencari jawaban
dan bukan pencipta jawaban sudah saatnya kita tinggalkan. Proses pembelajaran
yang menempatkan siswa hanya sebagai objek yang harus terus “disuapi” sudah
waktunya kita hilangkan. Tumbuhnya
generasi passiv semacam ini sejatinya tidak terlepas dari proses pembelajaran
saat ini yang terlalu berorientasi pada pemecahan soal-soal diatas kertas
seperti halnya Ujian Nasional (UN). Padahal dalam kehidupan nyata ada banyak
sekali permasalahan yang membutuhkan solusi alternatif dan kreatif yang tidak
dibatasi oleh pilihan A, B, C, D atau E.
Salah satu
upaya untuk membentuk generasi yang kreatif adalah dengan cara membangun budaya
riset di kalangan pelajar sejak dini. Melalui kegiatan riset siswa akan
dituntut untuk senantiasa berpikir kreatif. Selain itu budaya riset akan sangat
bermanfaat bagi siswa saat mereka melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya
maupun ketika mereka terjun ke masyarakat.
Ada beberapa
langkah yang dapat dilakukan oleh guru dalam mengembangkan budaya riset bagi
siswa. Pertama, mintalah siswa untuk
mencari tulisan di dunia maya yang bersifat aktual, menarik dan relevan dengan tema yang ditugaskan. Di zaman yang
serba online seperti sekarang ini sepertinya tidak sulit bagi mereka untuk
mencari referensi secara cepat, tepat dan akurat. Dengan begitu kegiatan riset
pun menjadi tugas yang menarik bagi siswa. Kedua,
mintalah siswa tersebut untuk mempresentasikan hasil risetnya dikelas. Dengan
cara ini mereka akan merasa bangga dengan hasil penelitiannya sekaligus melatih
keberanian mereka untuk berbicara didepan umum.
Ketiga, publikasikan hasil karya mereka
di dunia nyata dan di dunia maya. Dalam hal ini guru bisa memamerkan hasil
karya siswa nya di mading atau buletin sekolah maupun di website resmi sekolah
atau di jejaring sosial. Dengan cara ini akan muncul kebanggan dari diri siswa
yang bersangkutan sekaligus menambah rasa percaya dirinya.
Dengan membangun budaya riset semacam
ini diharapkan akan muncul tunas-tunas yang tidak hanya mampu memecahkan
persoalan-persoalan diatas kertas namun juga benar-benar mampu memecahkan
berbagai persoalan dengan cara kreatif dan unik. Dengan begitu segala potensi
yang ada pada diri siswa pun akan senantiasa berkembang dan tidak terbelenggu
oleh rantai-rantai akademik yang salah satunya bernama UN.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar