Bantuan hibah barang berupa seperangkat media pembelajaran
berbasis IT yang dibagikan kepada ratusan Sekolah Dasar (SD) di Jawa Barat beberapa
waktu yang lalu hendaknya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh sekolah
penerima. Bantuan yang diberikan oleh dinas pendidikan provinsi Jawa Barat
tersebut diharapkan mampu meningkatkan mutu pembelajaran yang pada akhirnya
dapat berimplikasi positif pada peningkatan prestasi akademik siswa.
Ditengah
perkembangan teknologi yang begitu pesat, penggunaan media pembelajaran
berbasis IT merupakan suatu keniscayaan. Hal ini dikarenakan siswa yang kita
didik saat ini memiliki karakter yang berbeda dengan siswa pada masa-masa
sebelumnya. Mereka yang tumbuh saat ini merupakan generasi digital (Digital Native) yang sudah akrab dengan
peralatan digital sejak dini. Oleh karenanya penggunaan media pembelajaran
berbasis multimedia akan sangat membantu mereka dalam menerima pelajaran.
Meskipun
demikian ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah dalam
mengelola dan memanfaatkan media pembelajaran tersebut. Pertama, dalam
menggunakan perangkat media pembelajaran yang bersifat digital, setiap guru
diharapkan memiliki kompetensi dibidang IT secara memadai. Tanpa adanya kompetensi
tersebut, penggunaan perangkat media pembelajaran yang ada tidak akan berjalan
optimal. Bahkan tidak mustahil peralatan tersebut menjadi mubadzir dan hanya
menjadi pajangan.
Saat
dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bintek) di Bandung beberapa waktu yang lalu
dimana penulis juga ikut serta, sebagian guru yang saat itu hadir menyatakan
bahwa mereka masih bingung tentang penggunaan media pembelajaran yang
diberikan. Sekalipun instruktur sudah memperagakannya didepan mereka, tanpa
adanya buku panduan penggunaan yang lengkap dan pelatihan lanjutan, sulit bagi
mereka untuk menerapkan proses pembelajaran berbasis multimedia dikelas. Oleh
karenanya diperlukan inisiatif dari koordinator sekolah-sekolah penerima
bantuan ditingkat kabupaten / kota untuk membuat tutorial secara lengkap dan
memberikan pelatihan lanjutan untuk sekolah-sekolah lain didaerahnya jika
diperlukan.
Kedua, hal
lain yang harus diperhatikan oleh pihak sekolah agar kondisi barang tetap
terjaga dengan baik adalah masalah perawatan (maintenance). Berdasarkan pengamatan penulis, masih terdapat
beberapa sekolah yang belum memiliki tempat memadai untuk menyimpan perangkat
media pembelajaran berbasis IT. Hal tersebut tentu saja dapat mengakibatkan
barang cepat rusak. Oleh karenanya
diperlukan sedikit pengorbanan dari pihak sekolah untuk menyediakan tempat
khusus yang memadai agar perangkat media pembelajaran tersebut dapat digunakan
untuk waktu yang lama.
Ketiga,
masalah keamanan sekolah merupakan hal penting yang tidak boleh diabaikan.
Masih adanya sekolah-sekolah yang belum menyediakan tempat tinggal bagi penjaga
sekolah menjadikan sekolah rawan dijadikan sasaran perampokan terutama dimalam
hari. Sekolah dimana penulis saat ini mengabdi pun sudah tiga kali menjadi
korban perampokan dimana barang-barang yang terdapat diruang multimedia selalu
menjadi sasarannya. Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, diperlukan kemauan
yang sungguh-sungguh dari pengelola sekolah untuk menyediakan tempat tinggal
bagi penjaga sekolah sehingga lingkungan sekolah dapat terpantau selama 24 jam.
Dengan
mempertimbangkan ketiga hal diatas, kita berharap bantuan yang diberikan oleh
pemerintah provinsi tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Dengan
begitu kita pun berharap media pembelajaran berbasis IT tersebut dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa yang pada akhirnya mampu meningkatkan
kemampuan akademik siswa.(Dimuat di Harian Umum Pikiran Rakyat, 06 Januari 2014)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar