Ada yang menarik pada acara
peringatan Hagi Guru Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November yang lalu.
Dalam sambutannya, gubernur Jawa Barat Ahmad Heyawan menyampaikan bahwa guru
memegang peranan penting dalam membangun sebuah peradaban. Artinya, kualitas kinerja pendidik saat ini akan sangat menentukan kehidupan
bangsa dimasa yang akan datang.
Bagi seorang pendidik yang memiliki visi jauh
kedepan, pekerjaan sebagai guru tidaklah sebatas pada mengajarkan mata
pelajaran yang diampuh demi mencerdaskan bangsa. Lebih dari itu, menjalankan
tugas sebagai seorang pendidik sejatinya merupakan upaya dalam rangka membangun
sebuah peradaban dunia yanag akan membawa manusia dari dunia kegelapan kedalam
dunia yang penuh dengan cahaya kebaikan.
Adapun lembaga pendidikan yang bernama sekolah pada dasarnya adalah
suatu tempat dimana peradaban tersebut dimulai.
Adapun untuk
membangun sebuah peradaban tersebut tentunya diperlukan orang-orang yang
beradab. Tipe pendidik profesional yang juga memiliki kesabaran, keikhlasan dan
keuletan adalah syarat mutlak yang harus dimiliki oleh sebuah lembaga
pendidikan yang mempunyai visi untuk membangun peradaban. Bagi mereka kecilnya nilai rupiah yang
diperoleh dari lembaga tak sedikit pun mengurangi semangat dan langkah mereka
untuk senantiasa mengambil peran dalam upaya memajukan bangsa.
Namun
sayangnya masih ada sebagian diantara kita yang menganggap tugas guru hanya
sebatas mengajar dikelas agar anak mendapatkan nilai akademik yang baik. Bahkan
tak sedikit pula diantara kita yang melakukan pekerjaan sebagai pendidik dengan
berorientasi pada materi semata seolah lembagalah satu-satunya pihak yang harus
memenuhi semua kebutuhan kita.
Kondisi ini diperparah dengan adanya kebijakan
pemerintah yang menjadikan Ujian Nasional sebagai salah satu penentu kelulusan
siswa. Hal tersebut tentu saja menimbulkan pergeseran orientasi pembelajaran
yang selama ini diterapkan disekolah. Pendidikan yang sejatinya bertujuan untuk
“memanusiakan manusia” berubah menjadi pendidikan yang “mendewakan” angka-angka.
Akibatnya
lembaga pendidikan hanya berfungsi sebagai tempat untuk mencetak
pribadi-pribadi yang memiliki kompetensi tertentu namun tidak memahami hakikat
kehidupan. Bahkan tak jarang sekolah dijadikan tempat awal yang mengajarkan
kepada para peserta didiknya untuk melakukan korupsi jika mereka mau selamat
dalam kehidupan sehari-hari. Ujian Nasional yang digelar setiap tahun adalah
ajang pembuktian bahwa fenomena tersebut benar adanya. Adanya oknum guru yang
berperan sebagai “Tim Sukses” pada saat UN berlangsung makin menunjukkan fakta
bahwa tujuan pendidikan yang dicita-citakan selama ini makin jauh dari harapan.
Berdasarkan
hal tersebut, sebagai seorang pendidik sudah saatnya kita mengubah paradigma
tentang tujuan pembelajaran yang kita lakukan selama ini. Marilah kita jadikan
aktivitas keseharian kita dalam mendidik anak sebagai bagian dari upaya untuk
membangun sebuah peradaban baru yang mampu menyebarkan nilai-nilai kebaikan
untuk masa kini dan masa yang akan datang.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar