Pendidikan politik bagi pemilih pemula dalam rangka menyambut
pesta demokrasi yang tinggal beberapa bulan lagi hendaknya dijadikan momentum
untuk menumbuhkan budaya riset dikalangan pelajar. Banyaknya partai politik
yang “bernyanyi” menawarkan jargon-jargonnya menjadi tantangan tersendiri bagi
pemilih pemula dalam menentukan caleg maupun partai mana yang layak untuk
dipilih. Sikap hati-hati dalam memilih pun nampaknya menjadi suatu keharusan agar
mereka tidak jatuh kelubang yang sama (seperti halnya para pendahulu mereka).
Sebelum
menjatuhkan pilihan kepada caleg maupun parpol tertentu, ada baiknya siswa
diajak untuk mengenal rekam jejak caleg maupun parpol yang bersangkutan. Mulai
dari visi misi sang caleg, latar belakang pendidikan, pengalaman berorganisasi,
sampai dengan aktivitas kesehariannya dimasyarakat sebisa mungkin diketahui
oleh calon pemilih. Tak hanya itu, visi misi
dan sepak terjang parpol yang
“mengorbitkan” para caleg pun penting untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam
memilih. Kita tentu tidak ingin melihat
anak-anak kita memilih calon-calon wakil rakyat dari parpol yang dikenal
sebagai “sarang” koruptor.
Tidak sulit
bagi siswa untuk mengenal lebih dekat sosok calon legislator yang akan mewakili
kepentingan mereka. Untuk mengenal nama-nama caleg tersebut, para siswa bisa melihat
daftar caleg melalui website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Disana
tercantum nama-nama caleg lengkap dengan daerah pemilihan dan parpol yang mengusungnya.
Untuk mengetahui kiprahnya dimasyarakat,
siswa bisa melihat aktivitas para caleg melalui jejaring sosial. Caleg yang
aktif di jejaring sosial biasanya “rajin” meng-upload foto-foto kegiatan mereka saat terjun ke masyarakat. Selain
itu biasanya mereka pun intens menjalin komunikasi didunia maya maupun didunia
nyata dengan orang-orang yang berdomisili didaerah pemilihannya.
Adapun untuk
megetahui sepak terjang partai politik yang saat ini menjadi peserta pemilu,
siswa bisa mengetahuinya melalui berita-berita di televisi maupun internet. Menjelang
pesta demokrasi seperti sekarang ini, berita-berita tentang prestasi maupun kebobrokan
partai-partai politik selalu mendominasi siaran berita ditelevisi maupun
portal-portal berita didunia maya. Meskipun demikian pendidik pun sebaiknya
mengajarkan kepada siswa untuk senantiasa mencerna setiap berita dan tidak
langsung mempercayainya. Hal ini dikarenakan ada juga media nasional yang
pemiliknya merupakan petinggi parpol sehingga konten berita terkesan kurang
berimbang.
Pendidikan
politik dengan cara-cara yang telah dipaparkan diatas secara tidak langsung
akan memberikan kesan pada siswa bahwa riset merupakan kegiatan yang
menyenangkan dan terasa langsung manfaatnya. Dengan begitu siswa pun akan semakin
termotivasi untuk mencari dan mencoba menemukan hal-hal baru yang bermanfaat
dan secara tidak langsung akan mengasah kedewasaan mereka dalam mengambil
keputusan.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar