Istilah Blusukan biasanya identik dengan kegiatan yang
dilakukan oleh para politikus, terlebih saat masa kampanye. Tujuan mereka tak
lain dan tak bukan adalah untuk menampung aspirasi masyarakat secara langsung
sekaligus untuk mendapatkan simpati dari masyarakat. Dengan menyapa masyarakat
secara langsung, mereka berharap bisa menangkap permasalahan apa saja yang
dialami oleh masyarakat dan mengetahui apa saja yang sebenarnya dibutuhkan oleh
masyarakat.
Dalam dunia
pendidikan istilah Blusukan dikenal dengan sebutan Home
Visit, yaitu kegiatan kunjungan langsung yang dilakukan oleh pihak sekolah
dalam hal ini guru atau wali kelas kerumah-rumah peserta didik khususnya mereka
yang memiliki masalah di sekolah. Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk
mengetahui lebih jauh kondisi objektif peserta didik serta orang tuanya dengan
tujuan untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sehingga jika ada
persoalan menyangkut peserta didik disekolah guru dapat memberikan solusi yang
tepat.
Adanya kasus
siswa yang sering datang kesiangan ke sekolah maupun siswa yang sering tertidur
didalam kelas pada saat KBM berlangsung tentu tidak semata-mata karena faktor
siswa yang bersangkutan. Bisa jadi ada faktor lain yang menyebabkan mereka
seperti itu, misalnya siswa yang sering datang kesiangan ternyata sebelum
berangkat ke sekolah dia disuruh oleh orang tuanya untuk mengantarkan barang
dagangannya terlebih dahulu ke pasar. Jika situasinya seperti ini pemberian
hukuman jelas bukan solusi terbaik.
Informasi-informasi
semacam ini terkadang tidak bisa diperoleh jika guru tidak memiliki pola
komunikasi yang baik dengan orang tua siswa. Saat berada disekolah, siswa
biasanya merasa malu jika ditanya persoalan tentang keadaan keluarganya. Oleh
karena itu mendatangi langsung orang tua siswa yang bersangkutan diharapkan
bisa menjadi cara yang tepat untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya.
Hal ini dikarenakan biasanya orang tua akan bersikap lebih terbuka ketika
berada berada dirumah. Selain itu dengan dikunjungi oleh pihak sekolah, orang
tua akan lebih merasa dihargai keberadaannya sekaligus merasa senang karena
ternyata pihak sekolah menaruh perhatian yang besar kepada anaknya.
Namun
sayangnya tidak semua guru mau dan mampu melaksanakan tugas semacam ini.
Padahal kegiatan blusukan tersebut sejatinya dapat membantu kita untuk
mengetahui apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh anak. Tidak ada waktu atau tidak
ada SPPD dari sekolah seakan menjadi masalah klise yang membuat kita enggan
untuk melangkah. Hanya guru yang benar-benar menjadikan tugas mendidik sebagai
panggilan jiwa saja yang sanggup untuk menjalankan tugas mulia ini. Bagi
mereka, peserta didik adalah amanah yang harus dijaga dengan baik karena anak
sejatinya merupakan titipan Tuhan yang kelak akan menjadi pemimpin dimasa yang
akan datang. .
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar