Entah azab apa lagi yang akan diturunkan sang pencipta pada
bangsa ini. Entah berapa banyak lagi generasi muda yang harus menjadi korban
akibat tingkah polah para pemimpin kita. Disaat rakyat menjerit akibat harga
kedelai yang makin tak tergapai, pemerintah malah rela menyediakan karpet merah
untuk dijadikan tuan rumah dalam kontes pamer aurat sejagat. Dengan dalih untuk
menarik wisatawan asing demi meningkatkan devisa negara, para pemimpin bangsa
ini pun seolah menyambut ajakan kaum pemodal dengan tangan terbuka walau harga
diri bangsa ini tergadai.
Entah
pendidikan (karakter) macam apa yang ingin diberikan oleh para pemimpin bangsa
ini kepada penerusnya. Istilah luhur “Toleransi Budaya” dan “Kebhinekaan” seolah
diselewengkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menerima budaya luar yang
jelas-jelas bertentangan dengan adat ketimuran dan norma agama. Ironisnya lagi
semua itu dilakukan disaat Kemdikbud tengah “bertaruh nyawa” untuk memperbaiki
moral generasi muda melalui implementasi kurikulum baru yang sampai saat ini menjadi
kontroversi akibat banyaknya kekurangan dilapangan.
Apa yang
dilakukan oleh para pemimpin kita tak ubahnya bagai masinis kereta api yang
membawa gerbong penuh dengan penumpang tanpa arah dan tujuan yang jelas. Indonesia
yang pada bulan September ini sejatinya merupakan tuan rumah kegiatan MTQ
Internasional namun dalam saat yang hampir bersamaan menjadi tuan rumah ajang
pemilihan ratu kecantikan sedunia (Miss World) menjadikan karakter bangsa Indonesia
makin tidak jelas dimata dunia, religiuskah atau liberalkah ?
Apa yang
kita alami saat ini ibarat sebuah keluarga yang sedang menggelar hajatan dengan
mengundang artis berpakaian seksi untuk menghibur penonton diatas panggung.
Namun saat pertunjukan selesai, tabligh akbar dengan mengundang ajengan kesohor
pun digelar dipanggung yang sama dengan penonton yang sama pula.
Disisi lain
para pengambil kebijakan pun terkesan ingin cuci tangan dengan membiarkan
konflik horizontal yang terjadi dimasyarakat. Ketidaktegasan pemerintah dalam
menyikapi ajang Miss World ini mengakibatkan pihak yang pro dan kontra berusaha
untuk saling menghancurkan. Jika sudah seperti ini kekerasan secara fisik pun
menjadi sesuatu yang sulit untuk dihindarkan.
Berdasarkan
penjelasan diatas sudah saatnya pemerintah mengambil sikap tegas untuk menolak
kontes kecantikan yang sangat bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia dan
norma agama ini. Jika tidak, berbagai upaya untuk membangun karakter bangsa
yang selama ini didengung-dengungkan oleh pemerintah akan menjadi sia-sia.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar