Proses tumbuh kembang anak pada dasarnya dipengaruhi oleh
banyak faktor. Mulai dari lingkungan keluarga, sekolah sampai dengan teman
sepermainan. Perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat seperti saat
ini memungkinkan anak tidak hanya dapat berinteraksi di dunia nyata, namun juga
didunia maya. Kemudahan akses untuk berinteraksi dengan yang lainnya tanpa
terhalang oleh batas-batas wilayah memungkinkan anak berteman dengan siapapun
tanpa mengenal asal daerah maupun usia.
Dalam
kondisi seperti ini pengawasan dari guru maupun orang tua mutlak adanya. Hal
ini dikarenakan media sosial memiliki pengaruh cukup besar dalam pembentukan
karakter anak. Banyaknya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh remaja tak
jarang bersumber dari media sosial. Mulai dari kata-kata yang tidak senonoh
sampai gambar-gambar seronok bertebaran dengan bebasnya dijejaring sosial yang
didominasi oleh para remaja.
Akibatnya hal-hal buruk yang ada
didunia maya mereka bawa ke dunia nyata.
Kasus video asusila yang diperagakan oleh siswa SMP beberapa waktu yang lalu
dan tersebar dengan cepat didunia maya sejatinya merupakan tamparan keras bagi
guru dan orang tua yang gagal dalam mendidik anak. Lebih jauh lagi, perilaku
menyimpang tersebut tidak mustahil akan memberikan “inspirasi” bagi remaja
lainnya untuk berbuat hal yang sama.
Hal tersebut
sebenarnya tidak perlu terjadi jika orang tua maupun guru tidak hanya mengawasi
aktivitas anak didunia nyata saja namun juga didunia maya. Zaman serba online
seperti sekarang ini menuntut guru dan orang tua untuk lebih melek IT. Untuk
melakukan pengawasan didunia maya, guru maupun orang tua bisa mendaftar melalui
situs jejaring sosial dimana anaknya terdaftar sebagai anggota. Setelah itu
jalinlah komunikasi dengan anak dengan cara menambahkannya sebagai teman
dijejaring sosial.
Dengan cara
seperti ini kita bisa tahu dengan siapa saja anak kita berteman dan apa saja
yang mereka lakukan dimedia sosial. Jika ternyata ada anak yang melakukan perbuatan yang menyimpang seperti menuliskan
kata-kata kasar atau menyebarkan gambar-gambar yang tidak semestinya, maka kita
bisa langsung menegur atau memanggilnya sebelum anak tersebut berbuat lebih
jauh.
Selain itu
penting juga bagi orang tua untuk mengikuti apa saja yang diperbincangkan oleh
anak dengan temannya didunia maya. Pada beberapa kasus ditemukan fakta bahwa
ternyata anak lebih nyaman bercerita tentang suatu hal atau permasalahannya
dijejaring sosial daripada berdiskusi dengan orang tua. Dengan begitu kita bisa
tahu apa saja permasalahan yang tengah dihadapi oleh anak untuk kemudian
dicarikan solusinya.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar