Ditengah tingginya kebutuhan masyarakat akan sumber daya
manusia yang berkualitas sekaligus memiliki integritas, berbagai lembaga
pendidikan seolah berlomba untuk menawarkan layanan pendidikan terbaik sesuai
dengan konsepnya masing-masing. Adapun sistem sekolah berasrama (Boarding
School) adalah salah satu sekolah yang
saat ini tengah “digandrungi” oleh masyarakat. Tingginya minat masyarakat untuk
menyekolahkan anak-anak mereka disekolah semacam ini namun jumlah kursi yang
tersedia sangat terbatas menyebabkan proses seleksi untuk dapat diterima
disekolah semacam ini sangat ketat.
Setidaknya
ada tiga alasan mengapa sekolah dengan sistem asrama menjadi primadona saat
ini. Pertama, dari segi akademik anak akan mampu belajar lebih fokus karena
terbebas dari berbagai gangguan yang mungkin berpotensi menjadi hambatan bagi
mereka selama proses pembelajaran. Pergaulan yang tidak sehat dan banyaknya
tayangan media yang tidak mendidik bahkan cenderung menjerumuskan adalah
permasalahan utama yang sering dikeluhkan oleh orang tua. Dalam hal ini sekolah
asrama dianggap mampu untuk mengisolasi siswa dari hal-hal demikian.
Kedua, sekolah
asrama yang kental dengan budaya disiplin, kepatuhan dan kemandirian diharapkan
mampu membangun karakter peserta didik. Selain itu dengan memiliki teman sebaya
yang berasal dari berbagai daerah dengan budaya yang berbeda, memaksa siswa
belajar untuk memahami budaya orang lain yang pada akhirnya akan mengasah
kemampuan sosialnya.
Ketiga,
fungsi guru yang tidak hanya mengajar dikelas namun juga berperan sebagai
pembimbing sekaligus murabbi secara
tidak langsung akan menciptakan kedekatan emosional yang baik antara guru dan
murid. Dengan begitu guru akan mampu mengenal potensi setiap murid dengan baik
sekaligus mengetahui kesulitan belajar yang dihadapinya untuk segera dicarikan
solusinya.
Berdasarkan
beberapa keunggulan tersebut tidak berlebihan jika sekolah dengan sistem asrama
dikatakan bentuk pendidikan yang paling ideal untuk saat ini. Meskipun demikian
bukan berarti sekolah semacam ini tanpa masalah. Ketidaksiapan siswa untuk
tinggal jauh dari orang tua biasanya menjadi masalah tersendiri bagi siswa pada
masa-masa awal pembelajaran. Selain itu bagi siswa yang terbiasa hidup bebas
dan secara mental belum siap, sekolah dengan sistem asrama hanya akan
menjadikan “penjara” bagi mereka. Akibatnya tak jarang mereka kabur dari
sekolah dan pulang ke kampung halamannya.
Oleh karena
itu sebelum memasukkan anaknya ke sekolah asrama ada baiknya orang tua terlebih
dahulu melihat sejauh mana kesiapan anaknya. Dengan begitu kita akan mengetahui apakah
sekolah asrama benar-benar tempat yang tepat untuk anak kita atau ada sekolah
lain yang mungkin lebih cocok untuk mereka.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar