Dijadikannya Indonesia sebagai tuan rumah
pelaksanaan Mutsabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat internasional
pada tanggal 11 – 15 September yang lalu sejatinya mampu dijadikan momentum
bagi dunia pendidikan kita untuk menanamkan kecintaan anak-anak kita
kepada Al-Qur’an sejak dini. Kegiatan yang diawali oleh Seleksi
Tilawatil Qur’an (STQ) di kabupaten Bangka Tengah pada akhir agustus
yang lalu tersebut mengambil tema “’MTQ Internasional Jembatan Ukhuwah
dan Kerja Sama Dunia Islam untuk Persahabatan, Perdamaian, dan Kerja
Sama Antar-Bangsa.
Seperti kita ketahui, salah
satu persoalan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah semakin
memudarnya nilai-nilai persudaraan dikalangan umat Islam, baik di dalam
negeri maupun dengan umat Islam dinegara lain. Di dalam negeri kita
sering melihat pemandangan yang sangat memprihatinkan dimana umat Islam
yang tergabung dalam kelompok-kelompok tertentu seolah berlomba
menyalahkan saudaranya dari kelompok lainnya dan menganggap kelompoknya
lah yang paling benar. Pada akhirnya hari demi hari umat Islam pun
semakin tercerai berai. Hanya karena perbedaan pendapat dalam menentukan
awal Ramadhan, mereka pun rela melepaskan ikatan-ikatan persudaraan
diantara sesama.
Sementara itu umat Islam yang tinggal di negara lain saat ini
sedang mengalami situasi yang memilukan dimana setiap hari korban terus
berjatuhan. Kondisi Mesir yang memanas sejak beberapa waktu yang lalu
mengakibatkan mesjid-mesjid yang seharusnya menjadi tempat beribadah
berubah fungsi menjadi ladang pembantaian umat Islam oleh pihak militer.
Mulai dari orang tua, anak-anak dan juga para wanita tak luput dari
kekejaman pihak militer yang didukung oleh amerika
dan yahudi tersebut. Namun yang lebih memprihatinkan lagi adalah sikap
pemerintah Indonesia yang terkesan tidak peduli terhadap kondisi umat
Islam disana dan menganggap bahwa itu urusan dalam negeri mereka dan
karenanya kita tidak boleh ikut campur.
Padahal sejarah mencatat
bahwa negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia 68 tahun yang
lalu adalah Mesir. Bahkan atas
nama Ukhuwah Islamiyah perwakilan negara mesir sengaja datang langsung
ke Indonesia untuk menyampaikan dukungannya kala itu. Tak hanya itu,
ketika terjadi bencana Tsunami di Aceh presiden terguling Mesir,
Muhammad Mursi datang langsung ke Aceh untuk memberikan bantuan sebagai
bentuk kepedulian warga mesir kepada umat Islam di Indonesia.
Kecintaan rakyat mesir yang
begitu kuat kepada umat Islam di Indonesia tentu tidak datang begitu
saja. Ikatan persaudaraan atas dasar keimanan sejatinya adalah buah
manis dari sebuah proses interaksi dengan Al-Qur’an yang mereka
tanamkan kepada anak – anak mereka sejak dini. Banyaknya anak-anak yang
belum lulus sekolah dasar namun sudah hafal Al-Qur’an 30 Juz menunjukkan
bahwa Al-Qur’an telah mendarah daging dalam diri mereka dan dijadikan
pedoman hidupnya.
Oleh karena itu sudah
saatnya bagi kita untuk mendorong anak-anak kita untuk senantiasa
mencintai Al-Qur’an sejak dini. Jangan biarkan mereka menjadi korban
media yang tak henti-hentinya meracuni pikirannya dengan menampilkan
berbagai tayangan yang sebenarnya tidak mendidik, bahkan menjerumuskan.
Adapun bagi pihak sekolah, mengadakan mata pelajaran Tahfidz, Tahsin
Qur’an (TTQ) seperti yang telah diterapkan oleh beberapa sekolah islam
terpadu diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai ajaran Islam sejak dini.
Dengan begitu kedepan diharapkan akan muncul generasi unggul yang rahmatan lil ‘alamiin.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar