Menjelang berakhirnya tahun 2012 pemerintah memberikan
isyarat akan menaikkan tarif dasar listrik pada awal tahun 2013 dengan dalih
untuk mengurangi beban subsidi listrik yang selama ini dianggap membebani APBN.
Jika benar, hal ini tentu saja akan menjadi kado istimewa di tahun baru bagi
masyarakat, khususnya golongan menengah kebawah. Dalam penjelasannya,
pemerintah ingin mengajak masyarakat untuk berhemat. Kampanye untuk melakukan
penghematan pun sengaja dilakukan oleh pemerintah, baik di televisi maupun
media – media lainnya. Program penghematan ini sudah selayaknya kita dukung,
karena pada kenyatannya tidak hanya golongan masyarakat kecil saja yang
mendapatkan subsidi namun juga masyarakat yang mampu ikut menikmati fasilitas
ini.
Akan
tetapi nampaknya program penghematan ini tidak akan berjalan mulus. Jauh-jauh
hari masyarakat sudah memberikan sinyal untuk menolak kebijakan kenaikan tarif
dasar listrik ini. Publik khawatir kebijakan menaikkan tarif dasar listrik ini
akan memicu kenaikan harga barang, khususnya barang kebutuhan pokok. Disisi
lain, defisitnya APBN karena tingginya beban subsidi menjadi alasan yang tidak
dapat diterima oleh akal sehat mengingat disaat yang bersamaan publik disuguhi
tontonan gaya hidup pejabat yang boros dan tingginya angka korupsi yang
dilakukan oleh para penyelenggara Negara. Mulai dari seringnya anggota DPR yang
bepergian ke luar negeri , peralatan kantor dan meubeler lembaga Negara yang
mewah sampai biaya pakaian dinas pejabat Negara yang fantastis nampaknya lebih
pantas dijadikan alasan membengkaknya pengeluaran Negara.
Dibidang
hukum, publik juga melihat makin banyaknya pejabat Negara yang menjadi koleksi
tahanan KPK menggambarkan kenyataan bahwa ternyata bukan masyarakat kecil yang selama ini menghabiskan anggaran Negara
namun sebagian dari para pemimpin kita lah yang secara terang-terangan atau
sembunyi-sembunyi menguras kekayaan Negara. Lebih parahnya lagi tidak sedikit
peraturan atau undang-undang yang sengaja dibuat untuk melegitimasi berbagai
pengeluaran yang sebetulnya tidak perlu. Oleh karena itu bagaimana mungkin masyarakat
akan mengikuti arahan pemerintah sementara para pemimpin kita sendiri tidak
memberikan contoh yang baik.
Berdasarkan
fakta-fakta tersebut, jika memang pemerintah menginginkan semua programnya
didukung oleh masyarakat, sebaiknya pemerintah lah yang lebih dahulu memberikan
keteladanan. Mulai dari gaya hidup sederhana, disiplin dalam bekerja sampai
bijaksana dalam mengelola anggaran merupakan tiga hal penting yang harus
diperhatikan oleh para pemegag kebijakan, karena pada dasarnya rakyat merupakan
cerminan penguasa. Jika saja para pemimpin kita benar – benar melaksanakan
ketiga hal tersebut, tidak mustahil mereka akan dicintai oleh rakyatnya dan
apapun program pemerintah, maka masyarakat pun siap mendukungnya. Akan tetapi
jika sebaliknya, jangan harap masyarakat akan mendengarkan seruan dari para
pemimpinnya dan pada akhirnya seruan-seruan itu hanya dianggap sebagai angin
lalu.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar