Keberhasilan sekolah dalam
menjalankan perannya sebagai lembaga yang diberikan mandat untuk melahirkan
generasi unggul di bidangnya sejatinya ditentukan oleh keterampilan manajerial pucuk pimpinan dalam mengelola
sumber daya yang dimilikinya. Kemampuan seorang kepala sekolah dalam
menciptakan lingkungan yang kondusif demi terselengaranya proses pembelajaran
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, akan mendukung tercapainya tujuan
pendidikan seperti yang telah digariskan. Sebaliknya, kurangnya kepiawaian kepala
sekolah dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi di di lapangan, hanya
akan menjadikan upaya untuk mendidik calon-calon pemimpin bangsa semakin jauh
panggang dari api.
Adapun keterbatasan sarana
dan prasarana pembelajaran merupakan persoalan paling krusial yang dihadapi oleh
sebagian besar sekolah di Indonesia. Kondisi bangunan yang masih jauh dari kata layak serta tidak memadainya fasilitas pendukung lainnya (seperti
toilet maupun perpustakaan sekolah) menjadi
kendala utama bagi sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang berkualitas
bagi masyarakat. Ironisnya, kondisi yang cukup memprihatinkan tersebut sering
kali dianggap sebagai hal yang lumrah terjadi terutama di sekolah – sekolah
yang selama ini mengandalkan bantuan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan
operasionalnya. Minimnya anggaran yang diberikan oleh pemerintah kerap kali
dijadikan “tameng” oleh pihak sekolah manakala masyarakat menuntut layanan pendidikan
yang lebih baik.
Dalam pandangan penulis, ketersediaan
anggaran yang dimiliki memang akan berpengaruh terhadap kualitas layanan
pendidikan yang diberikan. Untuk dapat benar-benar berperan sebagai rumah kedua
bagi anak, tentunya diperlukan biaya yang tidak sedikit. Namun demikian, persoalan anggaran tersebut
hendaknya tidak menjadi penghalang bagi pihak sekolah untuk tetap memberikan layanan
yang terbaik kepada anak didiknya. Dengan kompetensi kewirausahaan yang memadai,
seorang kepala sekolah yang memiliki visi untuk memajukan dunia pendidikan akan
terus berupaya sekuat tenaga membawa lembaga yang tengah dipimpinnya itu menuju
arah yang lebih baik.
Senantiasa berinovasi,
bekerja cerdas untuk mencapai tujuan serta pantang menyerah dalam menghadapi
berbagai persoalan merupakan karakteristik utama dari kompetensi kewirausahaan
yang perlu dimiliki oleh seorang kepala sekolah. Kreativitasnya dalam mencari
solusi terbaik untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang terjadi semakin
meningkatkan kepercayaan masyarakat akan peran lembaga pendidikan sebagai
tempat untuk melahirkan calon – calon pemimpin bangsa.
Untuk dapat memenuhi
kebutuhan sarana pembelajaran serta fasilitas pendukung lainnya, seorang kepala
sekolah yang memiliki jiwa kewirausahaan tidak akan pernah hanya mengandalkan
bantuan dari pemerintah yang penuh ketidakpastian, namun juga berusaha mencari
dana dari sumber lainnya dengan tetap mengacu pada undang - undang. Menjalin kerjasama dengan pihak lain yang juga
memiliki kepedulian yang sama terhadap masa depan dunia pendidikan, dilakukan kepala
sekolah untuk memajukan lembaga yang
tengah dipimpinnya. Mengajukan proposal bantuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) kepada perusahaan – perusahaan di sekitar
lingkungan sekolah merupakan salah satu contoh upaya yang dapat ditempuh
sekolah untuk memenuhi sebagian kebutuhannya.
Begitu pun dengan
kesejahteraan para gurunya. Kepala sekolah yang memiliki jiwa wirausaha yang
cukup tinggi tidak akan pernah membiarkan para gurunya (terutama yang berstatus
honorer) menggantungkan hidupnya dari dana Bantuan Operasional (BOS)yang jumlahnya
tidak seberapa itu. Mengembangkan koperasi sekolah dengan menyediakan berbagai
macam produk (barang atau jasa) dilakukannya demi kesejahteraan para anggotanya.
Baginya, guru dan karyawan sekolah merupakan aset bangsa yang sangat berharga
sehingga perlu mendapatkan perhatian secara penuh.
Selain terpenuhinya kebutuhan
sarana pembelajaran serta kesejahteraan guru dan karyawan, peningkatan
kompetensi guru menjadi bagian tak terpisahkan dalam upaya memberikan layanan
pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat. Adapun untuk meningkatkan
kompetensi pedagogik dan profesional para guru, kepala sekolah yang benar –
benar memiliki jiwa kewirausahaan tidak akan mengandalkan program peningkatan
kompetensi guru dari pemerintah yang terkesan
lebih kental aroma proyeknya. Mendorong para guru untuk rajin mengikuti kegiatan
- kegiatan yang difasilitasi oleh berbagai komunitas, dilakukannya dengan penuh
keyakinan bahwa seorang guru dengan kompetensi yang memadai akan mampu
melahirkan pemimpin – pemimpin tangguh di masa depan.
Mengingat kompleksnya permasalahan
serta tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan saat ini, kehadiran seorang kepala sekolah dengan
kompetensi kewirausahaan yang memadai menjadi sebuah keniscayaan. Berbagai
inovasi yang dihasilkan akan menentukan keberhasilan sekolah dalam memenuhi
kebutuhan serta harapan masyarakat akan layanan pendidikan yang berkualitas. Dengan
demikian, lahirnya generasi unggul seperti yang dicita-citakan pun dapat
benar-benar terwujud. (Dimuat di Koran Siap Belajar Edisi Pertengahan Desember 2016)
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar