Cara kita
memperlakukan guru hari ini adalah cermin cara kita memperlakukan persiapan
masa depan bangsa ini. Oleh karena itu, untuk melahirkan generasi unggul yang
mampu meraih (kembali) harkat dan martabat bangsa ini, tak ada jalan lain
selain memuliakan para guru. Itulah yang
diungkapkan oleh Mendikbud dalam sambutannya saat memperingati Hari Guru
Nasional yang jatuh pada tanggal 25 November tahun lalu. Mendikbud pun mengajak
seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam upaya memuliakan guru di
tanah air.
Adapun sebagai langkah awal untuk
menyiapkan masa depan bangsa tersebut, Mendikbud pun meluncurkan sebuah program
yang bernama “Gerakan Hormati Gurumu”. Program ini pada dasarnya merupakan
sebuah ajakan kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan
penghormatan kepada guru dengan cara
memberikan keistimewaan dalam hal-hal tertentu kepada guru. Mulai dari
menghimbau toko-toko (buku) untuk memberikan diskon khusus bagi guru, sampai
dengan seruan kepada maskapai-maskapai penerbangan untuk memberikan kemudahan
kepada guru saat akan melakukan perjalanan.
Melalui gerakan tersebut, diharapkan para guru dapat lebih optimal dalam
menjalankan tugas-tugasnya.
Apa yang dilakukan oleh Mendikbud
tersebut sudah selayaknya kita dukung penuh. Dengan menempatkan guru pada
poisisi yang mulia, sesungguhnya bangsa ini tengah “berinvestasi” untuk masa
depan yang lebih baik. Hal ini dikarenakan, maju atau tidaknya sebuah bangsa
tidak (hanya) ditentukan oleh banyaknya sumber daya alam yang dimiliki,
melainkan berapa banyak sumber daya manusia berkualitas yang ada di negara
tersebut. Dalam hal ini guru bertanggungjawab untuk mencetak insan-insan
berkualitas yang dimaksud. Namun demikian, semua itu hanya dapat dilakukan
apabila masing-masing pihak berperan
aktif dalam upaya memuliakan guru tersebut.
Sebagai pihak yang diberikan mandat
oleh rakyat, pemerintah pusat maupun daerah berkewajiban untuk memenuhi seluruh
kebutuhan guru terutama yang berkaitan langsung dengan tugas-tugasnya sebagai
pendidik. Dalam hal ini terpenuhinya sarana dan prasarana pembelajaran secara
memadai, merupakan syarat mutlak tercapainya tujuan pembelajaran. Selain itu
dengan menjamin kesejahteraan guru, kualitas pembelajaran pun akan lebih
terjamin karena guru akan lebih fokus dalam menjalankan tugasnya. Guru
(honorer) tidak perlu lagi merangkap jabatan sebagai tukang ojek maupun
pedagang asongan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.
Adapun masyarakat memiliki peran
yang sangat penting dalam membantu guru untuk melaksanakan tugas-tugasnya.
Memberikan kemudahan ataupun keistimewaan kepada guru seperti yang telah
penulis sebutkan di atas, merupakan langkah nyata dalam upaya mendukung
tercapainya cita-cita bangsa. Di samping itu orangtua pun diharapkan
berpartisipasi aktif dalam upaya mendidik anak seperti halnya yang dilakukan
oleh guru di sekolah. Tanpa adanya dukungan dari masyarakat tersebut, sangat
sulit bagi guru untuk melangkah dalam rangka memenuhi kewajibannya.
Selain adanya dukungan dari
pemerintah dan masyarakat, yang jauh lebih penting adalah upaya dari guru yang
bersangkutan untuk memuliakan dirinya sendiri. Berusaha untuk senantiasa
meningkatkan kompetensinya, menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat,
sampai dengan berupaya untuk tidak (selalu) mengeluh tentang kecilnya
pendapatan yang diperoleh merupakan upaya-upaya yang harus dilakukan oleh guru
dalam menjaga kehormatannya. Tak hanya itu, guru pun diharapkan mampu untuk
hadir dalam memberikan solusi di saat peserta didiknya mengalami permasalahan akademik maupun non
akademik. Dengan demikian, guru pun akan
mampu berdiri tegak sebagai sosok yang disegani sekaligus dicintai sehingga
mampu menghiasi wajah dunia pendidikan kita menjadi lebih baik.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar