Untuk mewadahi minat dan potensi non akademik siswa, sekolah
biasanya mengadakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dipilih salah
satunya. Mulai dari ekskul yang berorientasi pada kesenian (menari, melukis), olahraga (futsal,
basket) sampai dengan ekskul yang bertujuan untuk mengasah kemampuan menulis
siswa seperti jurnalistik. Semua kegiatan ekskul tersebut dilakukan setiap
pekan dan berada dibawah kordinasi bidang kesiswaan.
Sayangnya
belum banyak sekolah yang benar-benar memanfaatkan program ekstrakurikuler
tersebut sebagai sarana untuk meraih prestasi. Kebanyakan sekolah masih
memandang ekstrakurikuler sebagai kegiatan rutin yang harus ada untuk
melengkapi laporan kinerja bidang kesiswaan. Akibatnya, dana kegiatan yang
disediakan pun menjadi tidak optimal pemanfaatannya. Selain itu tidak sedikit
kegiatan ekskul yang “mati suri” akibat ditinggalkan oleh peminatnya maupun
karena tidak tertangani oleh guru pembinanya.
Persoalan
lain yang dihadapi oleh sekolah sulitnya mencari siswa yang siap diutus untuk
mengikuti berbagai perlombaan. Akibatnya,
kebiasaan asal cabut “pemain” pun dilakukan sekedar untuk menunjukkan
partisipasi sekolah. Alhasil, sekolah pun tidak mampu menunjukkan “taringnya”
di hadapan sekolah lain karena persiapan yang sangat mendadak. Sekolah hanya berperan sebagai “tim
penggembira” sekaligus penonton disaat sekolah lain mendapatkan piala.
Agar
kegiatan ekskul tersebut dapat benar-benar dirasakan manfaatnya, sekolah
diharapkan mampu mengadakan program dengan berorientasi pada prestasi yang akan
diraih. Adapun siswa yang mengikuti ekskul tersebut hendaknya benar-benar
disiapkan untuk mengikuti berbagai kompetisi yang biasa digelar setiap tahun.
Oleh karenanya, bagi ekskul tertentu diperlukan seleksi agar siswa yang
terjaring benar-benar siswa yang memenuhi persyaratan. Misalnya saja, untuk
ekskul basket, alangkah baiknya Pembina ekskul hanya menerima siswa yang secara
fisik sangat mendukung. Hal tersebut diperlukan agar tim yang akan dilatih
benar-benar mampu mempersembahkan penampilan terbaiknya.
Selain
berorientasi pada prestasi yang diraih melalui sebuah kompetisi, kegiatan
ekstrakurikuler yang dilaksanakan oleh sekolah juga hendaknya mampu meraih
prestasi dalam bentuk pemberian bekal kecakapan hidup bagi peserta didiknya.
Ekskul design grafis maupun ekskul pemrograman komputer terntunya akan
memberikan bekal bagi siswa saat mereka terjun ke masyarakat. Jika ditekuni dengan serius, tidak mustahil
kedua ekskul tersebut akan mampu memberikan bekal bagi siswa untuk menghidupi
dirinya.
Dengan
merancang kegiatan ekstrakurikuler yang berorientasi pada pencapaian prestasi,
kita berharap siswa maupun sekolah akan benar-benar merasakan manfaat dari
adanya kegiatan tersebut. Dengan begitu besarnya dana yang biasa dikeluarkan
untuk membiayai berbagai kegiatan ekskul tersebut dapat digunakan secara
optimal.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar