Berbicara tentang (dunia) pendidikan sejatinya tidak
hanya mencakup aspek kompetensi semata. Lebih dari itu melalui proses
pendidikan yang dilakukan selama kurun waktu tertentu diharapkan akan lahir
insan-insan berakhlak mulia. Oleh karenanya sekolah sebagai tempat paling utama
dimana proses tersebut dilakukan diharapkan mau dan mampu untuk menanamkan
nilai-nilai kebaikan kepada para peserta didiknya. Meskipun demikian tujuan
(mulia) tersebut tidak akan terwujud tanpa adanya political will yang kuat dari pengambil kebijakan di sekolah.
Membiasakan
anak untuk melaksanakan shalat dhuha pada pagi hari merupakan salah satu cara
yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah. Dengan menanamkan kebiasaan tersebut
diharapkan akan mampu mendekatkan anak dengan Rabb nya. Pada dasrnya ada tiga
keutamaan dari shalat dhuha berdasarkan hadits yang shahih.
Pertama,
melaksanakan shalat dhuha dua rakaat di pagi hari pada hakikatnya sama dengan
menyeru kepada kebaikan sekaligus mencegah perbuatan munkar (HR. Muslim).
Artinya dengan membiasakan anak untuk shalat dhuha secara tidak langsung akan
mendidik anak untuk selalu berbuat baik dan menjauhi apa-apa yang dilarang.
Kedua,
dengan melaksanakan shalat dhuha sebanyak empat raka’at di pagi hari, niscaya
Allah akan mencukupkan kebutuhan kita sepanjang hari itu (HR. Ahmad). Dalam
konteks ini, kebiasaan melaksanakan shalat dhuha akan menanamkan keyakinan pada
anak bahwa Allah akan senantiasa memenuhi kebutuhan kita selama kita dekat
dengan-Nya.
Ketiga,
orang yang senantiasa menjaga shalat dhuha maka akan digolongkan ke dalam
orang-orang yang awwab atau kembali
taat (HR. Ibnu Khuzaimah; hasan). Berdasarkan hadits tersebut, shalat dhuha
yang dilakukan secara rutin secara tidak langsung akan menanamkan ketaatan anak
terhadap aturan yang dibuat. Ketaatan tersebut tentunya dibutuhkan dalam sebuah
proses pendidikan. Tanpanya tujuan (ideal) pendidikan seperti
yang dicita-citakan akan sulit untuk tercapai.
Berdasarkan
penjelasan diatas terlihat jelas betapa pentingnya membiasakan anak untuk
melaksanakan shalat dhuha sebelum pembelajaran di kelas dimulai. Kebiasaan baik
ini hendaknya tidak hanya dilakukan di sekolah-sekolah yang berlabel islam
terpadu namun juga disekolah umum lainnya. Dengan begitu di masa yang akan
datang diharapkan akan lahir sosok-sosok pemimpin bangsa yang berkualitas dan
berakhlak mulia.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar