Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1
Oktober kemarin hendaknya dijadikan momentum untuk menggelorakan kembali
semangat dalam mengamalkan nilai-nilai pancasila yang saat ini mulai luntur. Jika
dahulu yang menjadi musuh utama pancasila adalah idiologi komunis, kini
idiologi korupsi seolah menjadi command
enemy yang sudah merambah keberbagai lini kehidupan dan karenanya harus
kita lawan bersama-sama. Hal ini disebabkan ekses yang ditimbulkan dari
perbuatan korupsi ini jauh lebih dahsyat dari kejahatan lainnya seperti terorisme.
Saat ini
korupsi seolah menjadi wabah yang merasuk ke berbagai golongan dan lembaga.
Mulai dari partai politik, lembaga eksekutif, legislatif bahkan lembaga
yudikatif tak luput dari penyakit yang satu ini. Adanya parpol atau kelompok
tertentu yang mengaku dirinya paling pancasilais dan menjadi garda terdepan
dalam menjaga keutuhan NKRI namun ternyata kader-kadernya banyak yang menjadi
tahanan KPK membuktikan bahwa saat ini Pancasila hanya digunakan sebagai
kosmetik poltik belaka.
Disisi lain
pendidikan karakter yang selama ini digembar-gemborkan oleh pemerintah melalui
sekolah-sekolah makin memperlihatkan
arah yang tidak jelas, bahkan jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila yang
menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama. Disaat lomba MTQ
digelar untuk menanamkan rasa persaudaraan dan meningkatkan ketaqwaan, disaat
yang sama kontes pamer aurat sejagat digelar untuk memenuhi keinginan sponsor
sekalipun hal tersebut bertentangan dengan adat ketimuran.
Selain itu
nilai-nilai kejujuran yang ditanamkan selama bertahuh-tahun disekolah akhirnya
luluh lantah manakala Ujian Naional (yang tidak jujur) tiba. Anak ditempatkan
dalam satu kondisi yang dilematis dimana dia harus memilih antara kejujuran
atau “keselamatan”. Sekolah pada akhirnya dijadikan ajang pertaruhan gengsi
antar kepala daerah dengan mengorbankan masa depan peserta didik.
Melihat
gambaran diatas tidak ada pilihan bagi kita sebagai pendidik selain menanamkan
kembali nilai-nilai pancasila kepada anak-anak kita. Dimulai dengan memberikan
teladan berupa datang ke sekolah tepat waktu sampai dengan mengajak siswa untuk
melaksanakan UN dengan penuh kejujuran. Memang tidak mudah melaksanakan semua
itu, namun setiap tujuan pastilah membutuhkan perjuangan dan setiap perjuangan
tentu membutuhkan pengorbanan.
Dengan
adanya berbagai usaha tersebut kita berharap nilai-nilai luhur pancasila
benar-benar tertanam pada anak-anak kita yang pada akhirnya menjiwai setiap
langkah mereka dalam setiap aktivitas.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar