Mengawali tahun
ajaran baru, hampir semua sekolah memulainya dengan kegiatan Masa Orientasi
Peserta Didik atau yang dikenal dengan MOPD. Kegiatan yang dilaksanakan setiap
tahun ini salah satunya bertujuan untuk memperkenalkan gambaran sekolah secara umum kepada para siswa baru
seperti visi misi, kultur akademik dan juga kegiatan-kegiatan
yang biasa dilaksanakan di sekolah tersebut. Dengan begitu diharapkan siswa
baru pun mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Diantara banyak sekolah yang
melaksanakan kegiatan MOPD, ternyata hanya segelintir sekolah saja yang
melaksanakan kegiatan serupa bagi para orang tua siswa baru. Padahal bukan
hanya siswa yang perlu mengikuti kegiatan orientasi, namun juga orang tua. Orientasi
bagi orang tua siswa perlu dilakukan dalam rangka menyamakan persepsi antara
pihak sekolah dengan orang tua dalam mendidik anak. Dengan begitu diharapkan
akan muncul sinergi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa dalam
memberikan pendidikan terbaik bagi anak.
Perbedaan persepsi tentang
kewajiban mendidik anak antara sekolah dan orang tua tentu akan sangat berpengaruh
terhadap perkembangan anak bahkan berpotensi menimbulkan konflik antara pihak
sekolah dengan orang tua. Proses pendidikan yang parsial dimana orang tua
menempatkan pihak sekolah dalam hal ini guru sebagai satu-satunya
pihak yang berkewajiban mendidik anak-anak mereka
tentu akan menghasilkan insan-insan yang tidak berkeperibadian utuh. Selain itu, ketika perkembangan
anak tidak sesuai dengan harapan orang tua, biasanya para gurulah yang
dijadikan kambing hitam.
Padahal pada kenyataannya dengan
orang tualah anak-anak paling banyak menghabiskan waktur diumah. Namun sayangnya
kesempatan tersebut tidak digunakan sebaik-baiknya
oleh orang tua karena mengira bahwa mendidik adalah tugas guru disekolah. Persepsi
semacam ini tentu saja harus segera diluruskan. Adapun masa orientasi bagi
orang tua merupakan sarana yang tepat untuk menyamakan persepsi tersebut. Acara
Parenting Skills yang sudah sering
dilaksanakan oleh beberapa sekolah bisa menjadi kegiatan utama untuk masa
orientasi orang tua.
Dalam acara tersebut, seluruh
orang tua diberikan pemahaman bahwa tugas mendidik anak bukan hanya tugas guru
disekolah. Keberhasilan anak dalam belajar sangat dipengaruhi oleh upaya orang
tua dirumah dalam menciptakan situasi yang mendukung proses pembelajaran anak.
Selain itu orang tua pun berkewajiban mengawasi pelaksanaan nilai-nilai
kebaikan yang diajarkan disekolah agar benar-benar
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan adanya sinergi semacam
ini diharapkan orang tua tidak lagi menganggap sekolah sebagai satu-satunya
pihak yang paling bertanggung jawab atas keberhasilan anaknya dalam belajar. Dengan
adanya kesadaran bahwa orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam
mendidik anaknya pada akhirnya akan sangat mendukung terhadap tercapainya
tujuan pendidikan secara utuh.
( Dimuat di Harian Umum Republika, 22 Juli 2013 )
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar