Tentang Saya


Lahir di Bandung 34 tahun yang lalu, pria yang bernama lengkap Ramdhan Hamdani ini menghabiskan masa kecilnya dikota kelahirannya. Setelah menempuh pendidikan SMU, pria yang akrab disapa Kang Dadan ini pun melanjutkan studynya pada tahun 2000 ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman. Kesulitan ekonomi yang saat itu dialaminya tak sedikit pun mengurangi semangatnya untuk tetap melanjutkan kuliahnya. Berbagai profesi sudah pernah dijalaninya. Mulai dari penjual koran, guru privat sampai dengan tukang becak pernah dilakoninya demi keberlangsungan kuliahnya. Ketertarikannya pada dunia komputer mendorongnya untuk mengambil kuliah jurusan Tehnik Informatika  ditempat lain disaat kuliah di jurusan Bahasa nya masih berjalan. Kuliah mengambil dua jurusan sekaligus dan ditempat yang berbeda memang tidak mudah, tapi itulah yang dilakukannya.  Pada tahun 2003, pria yang dikaruniai seorang istri ini pun berhasil meraih beasiswa pertukaran mahasiswa dari DAAD untuk menikmati perkuliahan di negara Jerman selama satu tahun.  Sekembalinya dari sana, dia pun melanjutkan studinya di UPI dan berhasil menjadi wisudawan terbaik tingkat Fakultas pada tahun 2008. Kecintaannya terhadap dunia pendidikan menjadikan profesi pendidik menjadi jalan hidupnya. Berprofesi sebagai guru TIK di SDIT Alamy Subang dilakoninya sejak 5 tahun yang lalu. Selain aktif sebagai pengajar, pria yang menjabat sebagai wakil kepala sekolah bidang kurikulum ini juga sangat produktif dalam membuat software-software untuk keperluan sekolahnya. Mulai dari software keuangan, absensi guru dan siswa, perpustakaan, pengolahan nilai dan software lainnya dibuat dengan tangannya sendiri dan dipersembahkan kepada lembaga sebagai bentuk pengabdiannya. Selain itu pria yang mempunyai hoby memancing ini pun aktif di berbagai media cetak maupun online dalam mengkampanyekan pendidikan yang berkualitas serta aktif dalam upaya menciptakan penggunaan teknologi informasi untuk keperluan pendidikan. Adapun beberapa tulisannya yang pernah dipublikasikan oleh media cetak antara lain :

1. Ironi Pendidikan Agama Islam ( Republika, 07  Januari 2013 ) Baca
2. Hitam Putih SNMPTN 2013   ( Pikiran Rakyat, 16 Februari 2013 ) Baca
3. Antara Tim Sukses dan "Tim Sukses" ( Pikiran Rakyat, 28 Februari 2013 ) Baca
4. Sertifikasi Tanpa Isi  ( Pikiran Rakyat, 16 Maret 2013 ) Baca
5. Ironi Tenaga Kependidikan ( Republika, 29 Mei 2013 ) Baca
6. Pelajar dan Tembakau ( Pikiran Rakyat, 1 Juni 2013 ) Baca
7. Reinkarnasi RSBI ( Pikiran Rakyat, 5 Juni 2013 ) Baca
8. Pentingnya Orientasi untuk Orang Tua ( Republika, 22 Juli 2013 ) Baca
9. Politisi dan Ijazah Palsu ( Pikiran Rakyat, 03 September 2013) Baca
10. Fenomena Penulis Bayangan ( Pikiran Rakyat, 18 Oktober 2013) Baca
12. Mendidik Generasi Digital ( Pikiran Rakyat, 27 November 2013) Baca
13. Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reprodukasi ( Republika, 12 Desember 2013 ) Baca
14. Ihwal Penyakit Rabun Membaca ( Pikiran Rakyat, 26 Desember 2013 ) Baca
15. Tahun Baru Bagi Dunia Pendidikan ( Republika, 03 Januari 2014 ) Baca
16. Memanfaatkan Media Pembelajaran ( Pikiran Rakyat, 06 Januari 2014 ) Baca
17. Memahami Aturan SNMPTN 2014 ( Republika, 13 Februari 2014 ) Baca
18. Lindungi Data Pribadi Guru ( Pikiran Rakyat, 24 Februari 2014 ) Baca
19. Lindungi Anak Dari Jajanan "Sampah" ( Pikiran Rakyat, 21 Maret 2014 ) Baca
20. Ujian (Nasional) yang Humanis ( Republika, 22 April 2014 ) Baca
21. Ujian Terakhir Buat Mendikbud ( Pikiran Rakyat, 05 Mei 2014 ) Baca
22. Orang Tua dan Kurikulum ( Republika, 12 Juni 2014 ) Baca
23. Mengajak Siswa Mengenal Hilal ( Republika, 22 Juni 2014 ) Baca 
24. SMA Swasta, Bangkitlah ! ( Pikiran Rakyat, 08 Juli 2014 ) Baca 
25. Paradigma Pembelajaran Kurikulum 2013 ( Suara Merdeka, 12 Juli 2014 ) Baca 
26. Harapan Guru Pada Pemimpin Baru ( Republika, 29 Agustus 2014 ) Baca 
27. Penambahan Jam Belajar ( Republika, 31 Agustus 2014 ) Baca 
28. Mengurai Benang Kusut Kurikulum 2013 ( Pikiran Rakyat, 04 September 2014 ) Baca 
29. Menyikapi Persoalan Buku Ajar ( Republika, 04 September 2014 ) Baca 
30. Peran Strategis Pengawas Sekolah ( Siap Belajar, September Awal 2014 ) Baca 
31. Bahasa Ibu Sebagai Bahasa Pengantar ( Republika, 30 September 2014 ) Baca 
32. Pendidikan yang Memerdekakan ( Siap Belajar,  September Akhir 2014 ) Baca 
33. Meningkatkan Daya Saing Sekolah Swasta ( Siap Belajar,  Oktober Awal 2014 ) Baca 
34. Buku Ajar Bermasalah, Ciri Pemerintah Tak Siap ( Pikiran Rakyat,  13 Oktober 2014 ) Baca 
35. Optimalkan Pengawasan Buku Pelajaran ( Republika,  26 Oktober 2014 ) Baca 
36. Menjadi Guru Eksis dan Narsis ( Republika,  03 November 2014 ) Baca 
37. Rokok dan Ancaman Bonus Demografi ( Republika,  04 November 2014 ) Baca 
38. Media Sosial dan Pendidikan Karakter ( Siap Belajar,  Awal November 2014 ) Baca 
39. Saat Guru Terpaksa "Mendua" ( Pikiran Rakyat,  14 November 2014 ) Baca 
40. Menanti "Kartu Guru Sejahtera" ( Republika,  30 November 2014 ) Baca 
41. Menimbang Nasib Kurikulum "Setengah Matang" ( Republika,  04 Desember  2014 ) Baca 
42. Organisasi Guru Sebaiknya Dikelola Guru ( Suara Merdeka,  20 Desember  2014 ) Baca 
43. Waspadai Peredaran Miras di Pergantian Tahun ( Republika,  28 Desember  2014 ) Baca  
44. Pentingnya Pendidikan Mitigasi Bencana ( Republika,  31 Desember  2014 ) Baca
45. Membumikan Basa Sunda ( Siap Belajar,  Awal Januari  2015 )  Baca
46. Utamakan Jalur SBMPTN ( Pikiran Rakyat,  13 Januari  2015 )  Baca
47. Menyambut Ujian Nasional Online ( Republika,  14 Januari  2015 )  Baca
48. Menghidupkan (Kembali) Perpustakaan Sekolah  ( Siap Belajar,  Awal Februari 2015 )  Baca
49. Meninjau Kesiapan UN Online  ( Republika, 06 Maret 2015 )  Baca   
50. Tunjangan Profesi Berbasis Kinerja  ( Pikiran Rakyat,  01 April 2015 )  Baca
51. Mampukah UN CBT Cegah Kecurangan ?  ( Republika,  14 April 2015 )  Baca
52. Orientasi Kuliah  ( Republika,  19 April 2015 )  Baca 
53. Memuliakan Guru, Pemerintah Wajib Memenuhi Kebutuhannya  ( Siap Belajar, Edisi Awal Mei  2015 )  Baca    
54. Fenomena Jual Beli Ijazah  ( Pikiran Rakyat,  28 Mei 2015 )  Baca  
55. Mempertahankan Sekolah Swasta  ( Pikiran Rakyat,  06 Juli 2015 )  Baca 
56. Rokok dan Ancaman Masa Depan Generasi Emas  ( Republika,  12 Juli 2015 )  Baca 
57. Generasi Unggul dan Balada Ricky Elson  ( Pikiran Rakyat,  03 September 2015 )  Baca 
58. Mengasah Daya Kritis Remaja Terhadap Media  ( Republika,  13 September 2015 )  Baca 
59. Pasal Kretek dan Generasi Pecandu  ( Pikiran Rakyat,  07 Oktober 2015 )  Baca 
60. Mencetak Generasi Kreatif dan Inovatif  ( Siap Belajar,  Edisi Awal Oktober 2015 )  Baca 
61. Menyikapi Fenomena Unschooling  ( Siap Belajar,  Edisi Awal Desember 2015 )  Baca 
62. Meninjau Kesiapan Kurikulum Nasional  ( Pikiran Rakyat,  16 Desember 2015 )  Baca 
63. Mengundurkan Diri dan Pendidikan Politik  ( Republika,  17 Januari 2016 )  Baca  
64. Kemandirian (Kurikulum) Sekolah Swasta  ( Siap Belajar,  Edisi Akhir Januari 2016 )  Baca 
65. Lindungi Anak Dari LGBT  ( Republika, 21 Februari 2016 )  Baca 
66. Sekolah Pertama dan Paling Utama  ( Siap Belajar, Edisi Awal Mei 2016 )  Baca 
67. Kereta Cepat dan Balada Guru Honorer  ( Siap Belajar, Edisi Awal Juni 2016 )  Baca 
68. Pudarnya "Pesona" KPK  ( Pasundan Ekspres, Edisi 5 Agustus 2016 )  Baca  
69. Mengoptimalkan Kelompok Kerja Guru  ( Pikiran Rakyat, Edisi 6 Agustus 2016 )  Baca   
70. Guru dan Kearifan Lokal  ( Pasundan Ekspress, Edisi 20 Agustus 2016 )  Baca   
71. Denda BPJS versus Tax Amnesty  ( Pasundan Ekspress, Edisi 29 Agustus 2016 )  Baca   
72. Lampu Kuning Pemerintahan Jokowi - JK  ( Tribun Jabar, Edisi 31 Agustus 2016 )  Baca   
73. Menjadi Guru Pembelajar Sepanjang Hayat  ( Siap Belajar, Edisi November 2016 )  Baca  
74. Kemana Arah Organisasi Guru  ( Galamedia, Edisi 25 November 2016 )  Baca  
75. Moratorium Ujian Nasional  ( Galamedia, Edisi 05 Desember 2016 )  Baca  
76. Literasi Alquran dan Pendidikan Karakter  ( Pikiran Rakyat, Edisi 08 Desember 2016 )  Baca  
77. Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah  ( Siap Belajar, Edisi Pertengahan Desember 2016 )  Baca  
78. Memilih Pemimpin yang Tepat  ( Galamedia, Edisi 20 Desember 2016 )  Baca   
79. Tahun Baru dan Pendidikan Karakter  ( Galamedia, Edisi 02 Januari 2017 )  Baca 
80. Dampak Utang Luar Negeri  ( Galamedia, Edisi 19 Januari 2017 )  Baca 
81. Janda dan Pilkada ( Galamedia, Edisi 07 Februari 2017 )  Baca 
82. Kolonialisme Baru ( Galamedia, Edisi 10 Maret 2017 )  Baca 
83. UNBK dan Ironi Literasi Teknologi ( Siap Belajar, Edisi Awal Maret 2017 )  Baca 
84. Guru Beriman Akrab Dengan Al-Quran ( Republika, Edisi 02 April 2017 )  Baca 
85. Guru dan Korupsi ( Galamedia, Edisi 05 April 2017 )  Baca 
86. Remaja dan Literasi Digital ( Pikiran Rakyat, Edisi 05 April 2017 )  Baca 
87. Menyoal Anggaran Pendidikan ( Galamedia, Edisi 08 Mei 2017 )  Baca 
88. Menyoal Kelas Akselerasi ( Pikiran Rakyat, Edisi 23 Mei 2017 )  Baca 
89. Dunia Belum Ruhtuh Meski Tak Masuk Negeri ( Pikiran Rakyat, Edisi 10 Juli 2017 )  Baca  
90. PPDB, Alih Kelola dan Pilkada ( Pikiran Rakyat, Edisi 21 Juli 2017 )  Baca   

6 komentar:

  1. salam kenal guru hebat. semoga semangat dan kesuksesan selalu menyertaimu.

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas do'anya Kang Yusuf. Salam kenal juga

    BalasHapus
  3. wah ... pak Ramdhan ahli IT ya .... bagi ilmunya {)

    Salam buat Keluarga di Subang

    BalasHapus
  4. Pertama kali saya berselancar di blog ini. Tapi di Guraru saya selalu membaca tulisan Pak Ramdhan. Salam kenal lebih dekat. Saya pasti sangat ingin belajar juga kepada Pak Ramdhan walaupun usia saya mungkin lebih tua. Ok, salam perjuangan dan sukses selalu. Email saya mrasyidnur@yahoo.co.id saya harapkan Pak Ramdhan membalas komentar ini di email tersebut. Mungkin komunikasi kita bisa lebvih akrab.

    BalasHapus
  5. Salam kenal kang Ramdhani, lanjutkan terus karya-karyanya, Istri saya pernah mengajar di SD As-Syifa, Kini beliau mengabdi untuk umat dan keluarga. mangga silakan mampir ke http://namin-climbers.blogspot.com atau http://sekolah-akhlak.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Kang Namin. Blognya sudah saya kunjungi. Blognya sangat bagus sekali dan informatif

      Hapus