Kasus penyadapan terhadap presiden RI dan pejabat lainnya
yang dilakukan oleh pihak intelejen Australia mengundang reaksi keras dari
berbagai kalangan. Usulan untuk memutus hubungan diplomatik pun kencang
disuarakan untuk menyikapi perbuatan
yang dianggap telah menginjak-nginjak kedaulatan bangsa Indonesia tersebut. Hal
ini memang wajar mengingat selama ini Australia lah yang lebih banyak
diuntungan dari adanya hubungan bilateral antara kedua negara.
Penyadapan
yang dilakukan oleh Australia tentunya bukan tanpa maksud. Kepentingan politik
dan ekonomi disinyalir sebagai tujuan utama dibalik operasi yang disebut oleh
PM Australia sebagai upaya pertahanan negara dalam “memerangi terorisme” ini. Maklum saja dengan jumlah penduduk yang begitu
banyak dan kekayaan alam yang sangat melimpah, Indonesia sangat strategis untuk
dijadikan “mitra”.
Dalam pandangan
penulis, tidak ada yang istimewa dalam kasus penyadapan tersebut. Terlebih yang
mengungkap kasus ini adalah pihak luar, bukan lembaga intelijen milik
pemerintah Indonesia. Kecanggihan teknologi dan sumber daya manusia berkualitas
yang dimiliki oleh negara lain seharusnya menjadi cermin sekaligus evaluasi
bagi kita untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai gangguan dari
pihak luar yang bisa datang sewaktu-waktu.
Adapun
pendidikan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya membuat benteng
pertahanan negara tersebut. Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan melakukan
riset secara berkesinambungan merupakan harga mati bagi setiap lembaga
pendidikan dalam menghadapi persaingan global yang semakin “berdarah-darah”
seperti saat ini. Kesiapan SDM dan kecanggihan teknologi yang kita miliki tentu
akan membuat pihak luar berpikir dua kali untuk “mengobok-ngobok” urusan rumah
tangga negara kita.
Untuk
menghasilkan SDM yang berkualitas tersebut diperlukan sinergi antara pihak
lembaga pendidikan dengan pemerintah. Pendidik yang merupakan ujung tombak
dalam mencetak insan-insan yang memiliki kompetensi menjadi tumpuan kita dalam
menyiapkan “prajurit” untuk ditempatkan digarda terdepan, terlebih jika
pendidik tersebut telah menyandang “gelar” guru sertifikasi atau guru besar.
Disamping
itu kita pun berharap agar pemerintah tidak ragu untuk berinvestasi dalam
bidang pendidikan dalam bentuk pelatihan-pelatihan bagi tenaga pendidik secara
berkelanjutan disamping penyediaan sarana pendidikan yang memadai. Hal ini
dikarenakan kualitas pendidik dan tersedianya sarana pendidikan akan sangat
berpengaruh terhadap kulaitas lulusan dan hasil karya yang dihasilkan.
Dengan
menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kita berharap kedepan bangsa
Indonesia mampu melindungi dirinya sendiri dari gangguan pihak luar tanpa
menyalahkan pihak lain maupun berkoar-koar di media sosial.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar