Tayangan – tayangan yang disuguhkan oleh media makin
hari-nampaknya semakin memprihatinkan. Bukan hanya tayangannya saja yang tidak
mendidik namun juga cenderung mengarah pada hal-hal negatif. Banyaknya tayangan
media yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang dewasa namun pada kenyataannya
juga dinikmati oleh anak-anak patut disayangkan. Jika terus dibiarkan tidak
mustahil anak-anak akan dewasa sebelum waktunya.
Beredarnya
video klip lagu-lagu dangdut koplo dengan pakaian penyanyi yang serba mini
ditelevisi maupun diinternet tentu saja membuat orang tua was was. Bukan hanya
penampilannya saja yang tidak pantas ditonton oleh anak-anak namun juga lirik
lagu yang dibawakannya. Setelah sukses dengan lagu “Berondong Tua”, kini
masyarakat kita kembali terhipnotis oleh lagu “Buka Sitik Jos” yang dibumbui oleh Goyang Caesar dan lagu
“Satu Jam Saja” yang diwarnai dengan goyang itiknya Zaskia.
Dalam
masyarakat kita, lagu-lagu yang sedang hits saat ini biasanya mudah ditiru oleh
anak-anak. Celakanya lagi, anak kecil adalah sosok peniru paling ulung
dibandingkan dengan orag dewasa. Di Sekolah Dasar tempat menulis mengajar,
tidak sedikit anak kecil yang hapal menyanyikan lagu-lagu dangdut koplo tersebut
dari A sampai Z lengkap dengan gerakannya. Jika sudah begini, peran orang tua
pun patut dipertanyakan karena sekolah tidak mengajarkan hal-hal seperti ini.
Kata-kata
terlarang seperti peluk, cium, bercumbu dan seksi yang terdapat dalam lagu-lagu
yang disebutkan diatas terlontar begitu saja dari mulut seorang anak tanpa
mereka tahu apa maksudnya. Parahnya lagi rasa ingin tahu anak yang sangat besar
dikhawatirkan akan membuat anak mencari tahu sendiri kata-kata tersebut
ditempat lain. Tak terbayangkan saat seorang anak SD membuka Google Images dan mengetikkan kata kunci
“seksi” dan melihat dengan jelas apa yang tampil di layar. Jika hal ini sampai
terjadi akan mengakibatkan dampak psikologis yang tidak baik bagi perkembangan
anak selanjutnya.
Untuk
mencegah anak dari perilaku menyimpang dibutuhkan kerjasama antara orang tua
dan guru. Pengawasan terhadap aktivitas anak dirumah terutama dalam hal
penggunaan media hiburan seyogyanya kewajiban yang harus dilakukan oleh orang
tua. Adapun guru disekolah berkewajiban memberikan pemahaman kepada siswa
tentang tayangan – tayangan apa saja yang boleh dilihat oleh anak. Jika
perlu sekolah bisa memberikan sanksi
kepada anak yang terbukti meniru nyanyian atau adegan-adegan yang dilarang.
Dengan
begitu kita pun berharap pendidikan karakter yang saat ini tengah menjadi
“primadona” bukan hanya menjadi slogan semata namun juga benar-benar
dilaksanakan.
Home
Tidak ada komentar:
Posting Komentar